Ahlul Badrito Resha Bangun Musholla Salimah Warisan Bagindo Tuni di Tengah Sawah
- 10 Apr 2026 07:59 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Tengah Sawah, Bukittinggi, saat Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha,SH.M.M melakukan peletakan batu pertama pembangunan Musholla “Salimah” berdomisili di Tengah Sawah No 46 B Bukittinggi Jumat (10/4).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol kuat kebersamaan keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan modern.
Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa, Kemenag Kota Bukittinggi, beserta jajaran pemerintahan setempat seperti lurah ATTS Yassir Hidayat,SH, Camat, tokoh masyarakat, niniak mamak, RT/RW, serta tokoh keluarga besar almarhum Bagindo Tuni, termasuk DR. Marjoni yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Pordasi Riau.
Dari Akar Keluarga untuk Umat
Dalam sambutannya, Ahlul Badrito Resha mengungkapkan bahwa pembangunan Musholla “Salimah” memiliki nilai historis dan emosional yang sangat dalam.
Ia merupakan generasi kedua dari keluarga besar almarhum Bagindo Tuni, dengan latar belakang keluarga yang kuat di kawasan tersebut.
“Sebagian keluarga kami tinggal di kawasan Tengah Sawah ini. Bahkan ibu saya berasal dari lokasi ini sementara ayah saya dari Payakumbuh. Musholla ini kami bangun sebagai bentuk bakti dan kontribusi keluarga untuk masyarakat,” ujarnya.

Musholla yang akan dibangun di atas lahan seluas 300 meter persegi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat sekitar dalam menjalankan ibadah, khususnya salat berjamaah.
Selama ini, warga harus menempuh jarak hingga sekitar 300 meter untuk mencapai masjid terdekat—jarak yang cukup menyulitkan, terutama bagi lansia dan anak-anak.
Lebih dari Sekadar Bangunan
Pembangunan Musholla “Salimah” bukan hanya soal menghadirkan fasilitas ibadah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat.
Musholla ini akan berdiri tidak jauh dari rumah gadang keluarga, tempat di mana ibunda Wakil Bupati dilahirkan menjadikannya sebagai simbol kesinambungan nilai adat, keluarga, dan agama.
“Ini adalah kesepakatan keluarga besar. Kami ingin musholla ini menjadi tempat ibadah yang hidup, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, dan menjadi pusat kegiatan keagamaan,” tambah Ahlul.
Sejalan dengan Visi “Bukittinggi Gemilang”
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota H.M Ramlan Nurmatias menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan musholla tersebut.
Ia menilai langkah ini selaras dengan visi pembangunan Kota Bukittinggi yang berlandaskan nilai religius, atau yang dikenal dengan semangat “Bukittinggi Gemilang”.
“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi ini. Musholla bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pembinaan moral masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memakmurkannya,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas daerah, mengingat Bukittinggi, Payakumbuh, dan Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki akar sejarah dan budaya yang sama.
Sinergi ini diharapkan terus berkembang, termasuk dalam mendukung program konektivitas regional seperti Trans Paliko.
Harapan untuk Masa Depan
Pembangunan Musholla “Salimah” menjadi bukti bahwa pembangunan spiritual berjalan seiring dengan pembangunan fisik. Di tengah perkembangan kota, kehadiran musholla ini diharapkan menjadi oase ketenangan, pusat ibadah, sekaligus penguat nilai-nilai kebersamaan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan semua pihak, Musholla “Salimah” bukan hanya akan berdiri sebagai bangunan, tetapi sebagai warisan nilai yang akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang. (JM/RRi BKT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....