Kolaborasi Penyiaran Wujudkan Ketahanan Nasional Menjadi Tema Hasiarnas
- 01 Apr 2026 08:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pada tanggal 1 April setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Penyiaran Nasional (HARSIARNAS). Hari peringatan ini telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Hari Penyiaran Nasional. Di tahun ini, peringatan Harsiarnas memasuki usia ke 92 dengan tema "Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional".
Berdasarkan studi literatur, di penghujung Maret tahun 1927 tepatnya di Istana Mangkunegara Surakarta (Solo), Sri Mangkunegoro VII dan Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Timur mendengarkan siaran langsung radio yang berisi pidato Ratu Wilhemina dari Kota Eindhoven, Belanda. Siaran itu membuat orang yang berada di istana Mangkunegara terkesima.
Kemudian, sepuluh tahun berlalu, tepatnya pada 28 Desember 1936, Ratu Wilhelmina dan tamu undangan lainnya di Istana Noordiende Belanda, pertamakali mendengarkan siaran langsung radio dari Solo-Indonesia berupa siaran gamelan Jawa untuk mengiringi tarian Budaya Serimpi.
Selang beberapa lama, dalam rapat yang diselenggarakan pada tanggal 1 April 1933 di gedung Societeit Mangkoenegaran (sekarang Monumen Pers Nasional) disepakati pendirian sebuah lembaga penyiaran radio profesional pertama di Kota Solo bernama Solosche Radio Vereeniging (SRV).
Ketika bangsa Jepang masuk ke Indonesia menguasai NIROM dan menggantinya menjadi Hosyo Kanry Kyoku (HKK), perlawanan budaya pun beralih menjadi perlawanan strategi politik dan militer. Hasilnya pada 11 September 1945 bangsa Indonesia berhasil mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI).

Deklarasi Harsianas pertama kali digagas oleh Hari Wiryawan dan didukung oleh masyarakat penyiaran di Kota Solo. Deklarasi ini mengajukan dua usulan, yaitu menetapkan tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional dan menetapkan KGPAA Sri Mangkoenegoro VII sebagai Bapak Penyiaran Nasional.
Kemudian, tepatnya pada 1 April 2010. Deklarasi Hari Penyiaran Nasional untuk kali pertama di lakukan di kota Solo. Pada saat itu, Presiden Joko Widodo yang masih menjabat sebagai Walikota Solo, ikut mendeklarasikan kelahiran Harsiarnas di Pendapa Gede Balaikota Solo. sekarang, setiap tahun di tanggal 1 April, diperingati HARSIARNAS (Hari Penyiaran Nasional).
Di tahun 2026 ini, peringatan Hari Penyiaran Nasional menjadi momen penting guna mengembangkan ekosistem industri media penyiaran yang adaptif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tema "Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional" yang diusung menjadi tema Hari Penyiaran Nasional 2026. (PB/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....