Alumni Panti Aisyiyah: Rumah Kembali untuk Pengabdian

  • 28 Mar 2026 14:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRi.CO.ID,Payakumbuh-- Panti Asuhan Aisyiyah bukan sekadar institusi sosial bagi anak-anak yatim dan dhuafa, melainkan "kawah candradimuka" pencetak kader umat yang tangguh. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh, Dr. Irwandi Nashir, saat menjadi narasumber utama dalam Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Panti Asuhan Aisyiyah ke-1 di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Payakumbuh, Sabtu (28/3/2026).

Dalam paparannya yang bertajuk "Peran Alumni: Rumah Kembali untuk Memajukan Panti", Irwandi Nashir menekankan bahwa keterlibatan alumni merupakan kunci kemandirian ekonomi dan penguatan ideologi lembaga di masa depan. Menurutnya, alumni adalah "kakak" yang paling memahami getir dan manisnya perjuangan di panti, sehingga kehadiran mereka sebagai mentor bagi adik-adik asuh menjadi tak ternilai harganya.

"Menjadikan alumni sebagai bagian dari keluarga besar Panti Asuhan Aisyiyah bukan sekadar ajang kumpul-kumpul atau reuni, melainkan strategi jitu untuk memajukan panti secara profesional," ujar Dr. Irwandi di hadapan puluhan alumni yang hadir dari berbagai daerah.

Landasan Tauhid dan Definisi Yatim

Irwandi mengaitkan peran sosial ini dengan landasan teologis dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 36, yang menempatkan pelayanan kepada anak yatim sebagai bagian tak terpisahkan dari ketaatan kepada Allah Ta'ala. Ia menjelaskan bahwa meski secara fiqih Islam yatim adalah anak yang ditinggal wafat ayahnya sebelum baligh, Panti Asuhan Aisyiyah mengadopsi konsep yang lebih luas.

"Di Aisyiyah, kita memandang yatim dan dhuafa sebagai amanah peradaban. Mereka adalah anak-anak bangsa yang berhak atas pendidikan dan kasih sayang setara agar tidak kehilangan masa depan hanya karena faktor ekonomi," jelasnya.

Ikatan Alumni: Ruang Pengabdian

Lebih jauh, Irwandi Nashir menegaskan bahwa Ikatan Alumni Panti Asuhan (IAPA) harus dipandang sebagai ruang pengabdian yang tulus. Baginya, panti asuhan bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan rumah yang telah membentuk karakter dan masa depan mereka. Senada denganya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Payakumbuh,Hj

Nasrilafiati dan ketua Ikatan Alumni Panti Asuhan Aisyiyah, Armansyah, S.Pd., berharap kembali ke panti melalui wadah ikatan alumni adalah bentuk syukur dan khidmat kepada "rumah" yang pernah membesarkan mereka.

Kemandirian dan Filantropi Berbasis Rentang Hidup

Irwandi Nashir juga mengigatkan pentingnya pangkalan data (database) alumni yang rapi menjadi sorotan utama. "Dengan data yang akurat, panti dapat memetakan potensi bantuan, mulai dari alumni yang bisa memberikan pelatihan keterampilan kerja (life skills) hingga mereka yang siap menjadi pembuka jalan rezeki melalui jaringan bisnis dan korporasi, " jelas muballigh Muhammadiyah itu.

Irwandi Nashir juga mengingatkan pengelola panti untuk memahami rentang waktu perjalanan hidup (life-span) alumni. Baginya, pendekatan penggalangan dana tidak boleh menjadi fokus awal hubungan agar tidak terkesan transaksional.

"Kunci utamanya adalah rasa percaya dan silaturahmi yang tulus. Saat alumni sudah memasuki fase mapan atau pensiun, mereka biasanya memiliki kerinduan besar untuk beramal jariyah di panti asuhan yang pernah menjadi rumah mereka. Itulah saatnya filantropi berkelanjutan tercipta secara alami," tambahnya.

Menutup paparannya, Irwandi Nashir mengajak seluruh alumni untuk tetap berhimpun dalam wadah ikatan yang kuat sebagai sarana pengabdian tiada henti. "Status sebagai alumni itu melekat seumur hidup. Perekat paling kuatnya bukanlah memori masa lalu semata, melainkan kesatuan niat untuk memelihara panti asuhan yang pernah menjadi rumah mereka dan memberi manfaat bagi umat luas," pungkasnya.

Mubes perdana ini juga dihadiri Walikota Payakumbuh yang diwakili Kepala Dinas Sosial kota Payakumbuh,H.Yon Refli. Dalam arahannya, Walikota Payakumbuh mengharapkan Musyawarah Besar Alumni Panti Asuhan menjadi tonggak sejarah baru bagi Panti Asuhan Aisyiyah Payakumbuh dalam membangun ekosistem pengasuhan yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan.

Untuk pengingat sejarah, panti asuhan Aisyiyah Payakumbuh berdiri tahun 1942 dibawah prakarsa tokoh Aisyiyah Payakumbuh, Adang Hj. Fatimah Djalil. Pada tahun 1957-1961 dilakukan pembangunan asrama puteri. Tahun 1981 dibangun asrama putera yang diresmikan pada 1986 oleh ketua PP Muhammadiyah, Dr. Amien Rais.

[]

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....