Lima Pesan Ramadhan untuk Dipegang Erat
- 20 Mar 2026 06:58 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Payakumbuh— Gema takbir berkumandang memenuhi halaman Panti Asuhan Putera 'Aisyiyah, Labuah Baru, Kota Payakumbuh, pada Jumat (20/3/2026). Ratusan jamaah memadati lokasi tersebut untuk menunaikan shalat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh.Ibadah shalat Idul Fitri berlangsung khidmat dengan dipimpin oleh Imam Ustadz Yopi Afrizal.
Usai pelaksanaan shalat, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Ilham Wardi, Lc., MA. Beliau merupakan dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sekaligus anggota Majelis Tabligh, Tarjih, dan Tajdid PDM Payakumbuh periode 2022-2027.
Dalam pesan khutbahnya, Ustadz Ilham menekankan bahwa Ramadan adalah madrasah yang harus membekas di luar bulan suci. Ia merumuskan lima hikmah utama yang wajib dibawa setiap Muslim dalam kehidupan sehari-hari:
- Rasa Takut kepada Allah: Ramadan menanamkan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat, sehingga melahirkan integritas moral yang kuat.
- Empati Sosial: Melalui rasa lapar, umat diajak merasakan penderitaan saudara yang kesulitan makan dan minum, sehingga semangat berbagi harus terus berlanjut.
- Memakmurkan Masjid: Semangat meramaikan rumah Allah tidak boleh luntur seiring berakhirnya Ramadan.
- Menjalin Silaturahim: Idul Fitri menjadi momentum emas untuk mempererat persaudaraan dan menghapus ego sektoral.
- Haus akan Ilmu: Ramadan mengajarkan umat Islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu agama dan dunia.
"Hikmah-hikmah ini adalah buah dari pendidikan sebulan penuh. Jika kita mampu menjaganya, maka kita benar-benar meraih kemenangan," pungkas Ustadz Ilham di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama.
Secara terpisah, Ketua PDM Kota Payakumbuh, Dr. Irwandi Nashir, didampingi Ketua Ta'mir Masjid Ansharullah Muhammadiyah Payakumbuh, Buya Nasril Zainun, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Payakumbuh dan pengurus masjid mengucapkan terima kasih atas dukungan serta kehadiran para jamaah yang telah menyemarakkan pelaksanaan ibadah ini.
Dr. Irwandi Nashir juga mengajak masyarakat untuk bijak dan mengendalikan diri mengomentari keadaan terkhusus perbedaan metode penentuan 1 Syawwal tahun ini. "Pilihan warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk menggelar shalat Idul Fithri tanggal 20 Maret ini tak ada sangkut pautnya dengan patuh atau tidak pada keputusan sidang itsbat, tapi lebih kepada keyakinan dan paham keagamaan yang dianut, " jelasnya.
Selain itu, pihak penyelenggara juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika terdapat kekurangan dalam pelayanan selama penyelenggaraan shalat Idul Fitri tahun ini.
Perayaan hari kemenangan di Payakumbuh pun ditutup dengan suasana kekeluargaan yang erat antar-sesama warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....