Gubernur Sumbar Serukan Antusiasme Sambut Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026
- 18 Mar 2026 09:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menjelang Hari yang fitri setelah sebulan penuh berpuasa, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan denyut kehidupan keagamaan dan sosial tetap berdenyut kencang, namun dalam bingkai ketertiban. Gubernur Mahyeldi Ansharullah baru saja menggariskan arahan resmi melalui Surat Edaran bernomor 451/103/Kesra-2026, yang diteken pada 11 Maret lalu, sebagai kompas bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam surat yang ditujukan kepada para bupati, wali kota, jajaran ASN, hingga pengurus rumah-rumah Allah itu, Gubernur menitipkan pesan agar euforia Lebaran tidak melunturkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Minangkabau. “Kita ingin masyarakat merayakannya dengan khusyuk, namun tetap dalam koridor kebersamaan yang tertib,” ujar Mahyeldi, Rabu 18 Maret 2026.
Salah satu sorotan dalam edaran tersebut adalah soal takbiran keliling. Pemerintah tidak melarang tradisi menggema-gemakan kalimat suci di jalanan, asalkan keselamatan menjadi panglima. Pemerintah kabupaten dan kota diminta menjadi pengatur lalu lintas takbir agar tidak berubah menjadi riuh yang mengganggu, termasuk mengendalikan volume pengeras suara.
Namun, yang paling menarik perhatian publik adalah instruksi tak biasa bagi masjid dan mushalla, terutama yang terletak di jalur-jalur lintas mudik. Gubernur meminta agar pintu-pintu masjid dibuka lebar selama 24 jam penuh. Bukan sekadar tempat singgah untuk sekadar melepas penat, rumah ibadah itu diharapkan menyediakan fasilitas yang ramah bagi para musafir yang terpaut jarak dengan kampung halaman.
“Jadikan masjid sebagai oase yang nyaman bagi pemudik, sebagai wujud pelayanan sesama muslim,” pesannya.
Momentum silaturahmi halal bihalal juga digaungkan untuk digelar di tingkat kabupaten dan kota. Lebaran tahun ini, menurut Mahyeldi, harus menjadi ruang untuk menyusun kembali benang-benang persaudaraan yang mungkin renggang.
Apalagi, ia mengingatkan bahwa sebagian saudara kita di Sumbar masih menyimpan luka akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu. Ia mengajak mereka yang berkelimpahan rezeki untuk tidak hanya berbagi zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, tetapi juga memberi perhatian lebih pada fakir miskin, anak yatim, serta korban bencana.
Tak lupa, Gubernur menyentuh aspek keamanan arus mudik dan balik. Dinas Perhubungan dan kepolisian diminta bersinergi mengatur lalu lintas, sementara masyarakat diingatkan untuk menjadi pemudik yang disiplin.
“Jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, sekaligus memastikan perayaan berlangsung aman dan nyaman, berharap keberkahan menyelimuti tanah Minang di hari kemenangan nanti,” pungkas Mahyeldi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....