Cahaya Al-Qur’an di Rahim Kampus UIN Bukittinggi
- 06 Mar 2026 19:30 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi – Angin pegunungan yang sejuk di pelataran MTs Laboratorium Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menjadi saksi bisu sebuah perhelatan spiritual yang khidmat. Dari tanggal 3 hingga 6 Maret 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) kembali menghidupkan tradisi tahunan mereka: Mukhayyam Al-Qur’an.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kerap berpencar di berbagai pesantren, kali ini seluruh energi spiritual dipusatkan di jantung laboratorium pendidikan kampus sendiri. Mengusung tema “Satukan Hati dalam Ketaatan, Ukir Prestasi dengan Keimanan, dan Tata Masa Depan dengan Al-Qur’an”, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik. Ia adalah ruang jeda bagi para mahasiswa untuk menata kembali orientasi hidup di tengah derasnya arus modernitas.

Ketua Panitia, Ryan Arrasyd, mahasiswa semester VI, menatap optimistis gelaran ini. Baginya, Mukhayyam kali ini dirancang untuk meninggalkan jejak spiritual yang membekas, bukan sekadar lewat di ingatan.
Senada dengan itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (MPS PBA, Muhammad Nur Irfan, mengungkapkan kebanggaannya atas konsistensi rekan-rekannya dalam menjaga napas ilmiah-ruhani ini."Interaksi dengan Al-Qur’an harus melampaui target administratif," tegas Ketua Program Studi PBA, Dr. Yelfi Dewi, dalam pesannya yang menggetarkan.
Dr. Yelfi mengingatkan para mahasiswa bahwa capaian hafalan janganlah berhenti pada syarat seminar proposal atau ujian komprehensif semata. Di matanya, Al-Qur’an adalah energi intelektual yang harus menjadi fondasi moral dalam membentuk masa depan.
Nuansa haru dan bangga juga menyelimuti kehadiran Rifki Ismail, Kepala MTs Laboratorium. Sebagai alumni PBA, ia melihat para peserta sebagai adik-adik ideologisnya. Ia mengajak mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat gravitasi ilmu pengetahuan.
Kehadiran para dosen senior yang telah membersamai program studi ini sejak fajar berdirinya, seolah menjadi simbol estafet visi yang tak pernah putus.
Refleksi mendalam disampaikan oleh Buya Dr. H. Arman Husni. Dalam tausiyahnya, ia membedah hakikat kemuliaan. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad Shalallaahu a'lahi Wassam, Malaikat Jibril, hingga umat Islam menjadi yang terbaik hanya karena satu alasan, yaitu persentuhan mereka dengan Al-Qur’an. Bahkan, ia menyinggung bagaimana para ilmuwan modern kini banyak yang menemukan jalan hidayah setelah membuktikan kebenaran ayat-ayat-Nya lewat riset ilmiah.
Selama empat hari, suasana madrasah berubah menjadi oase literasi langit. Tilawah berjamaah, setoran hafalan (setoran tahfidz), hingga tadabbur ayat mengisi setiap sela waktu. Siswa-siswi MTs Laboratorium yang ikut bergabung pun tampak antusias, menyerap semangat dari para kakak tingkat dan dosen mereka.
Rektor UIN Bukittinggi Prof.Dr.Silfia Hanani berharap Mukhayyam 2026 ini menjadi tonggak lahirnya generasi PBA yang kokoh secara spiritual namun unggul secara akademik. Sebuah generasi yang dengan bangga menggemakan jargon mereka: “Ta’lim Lughatil Qur’an Syarafun Lana”—bahwa mengajarkan bahasa Al-Qur’an adalah sebuah kemuliaan yang tak terlukiskan.Di bawah langit Bukittinggi, mereka pulang tidak hanya membawa hafalan baru, tetapi membawa cahaya yang akan menuntun jalan masa depan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....