Jelang Lebaran: Kemenag Persiapkan Masjid Ramah Pemudik
- 03 Mar 2026 07:31 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi -- Dalam rangka menyiapkan strategi untuk mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi, H. Zulfikar dan Pelaksana, H. Deden Muhammad Syukri mengikuti kegiatan rapat secara virtual dari ruang kerjanya.
Selasa, 3 Maret 2026.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Salah satu langkah dalam menghadapi serta persiapan layanan untuk para pemudik adalah dengan menyiapkan ribuan masjid sebagai posko sebagai bagian dari persiapan layanan publik menjelang libur keagamaan nasional.

Ribuan masjid disiapkan sebagai pusat layanan bagi para pemudik melalui program Masjid Ramah Pemudik. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan pemerintah untuk memastikan perjalanan mudik dan ibadah berlangsung aman serta tertib.
Kemenag menghadirkan layanan berbasis masjid guna mendukung arus mudik Lebaran 2026. Melalui program Masjid Ramah Pemudik, akses masjid akan dibuka selama 24 jam di sepanjang jalur mudik utama.
Layanan yang disediakan meliputi pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet, ketersediaan air wudhu, fasilitas pengisian daya gawai, ruang ibadah yang nyaman, area istirahat, penyediaan air minum dan makanan ringan, serta pusat informasi bagi pemudik.
"Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik disiapkan di berbagai jalur mudik," kata Menteri Agama
H. Zulfikar menyebutkan, Kemenag juga meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan publik selama musim mudik dan arus balik.
"Program ini akan menampilkan praktik pelayanan masjid yang humanis dan inklusif, serta menjadikan masjid sebagai rumah singgah bagi umat," terangnya
Pelaksanaan EMI akan dilakukan melalui peliputan perjalanan di jalur mudik bersama Radio Elshinta, dengan kick-off H-8 Idu lfitri dan berlangsung pada H-7 hingga H+7 Lebaran, yakni 13–29 Maret 2026.
Masjid-masjid yang terlibat akan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, yaitu Masjid Transit Utama, Masjid Buffer Kota, Masjid Kota Provinsi/Kabupaten, Masjid Ikonik Sejarah, serta Masjid Area Berisiko di pelabuhan, perbatasan, dan jalur rawan kemacetan.
(Andreas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....