Pimpinan Daerah Muhammadiyah Payakumbuh Serukan Cegah Balap Liar
- 23 Feb 2026 11:12 WIB
- Bukittinggi
RRi.CO.ID,Payakumbuh – Fenomena balap liar yang kerap merusak kekhusyukan malam di Kota Payakumbuh, khususnya menjelang waktu sahur, memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh, Ustadz Dr. H. Irwandi Nashir, menyerukan pentingnya sinergi kolektif antara masyarakat, tokoh adat, dan aparat kepolisian.
Aksi Kucing-Kucingan di Waktu Sahur
Suasana tenang di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta terusik pada Minggu (22/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB. Tim gabungan dari Polres Payakumbuh dan Satpol PP terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap kerumunan remaja yang terindikasi akan melakukan aksi balap liar.
Dalam operasi tersebut, sempat terjadi aksi "kucing-kucingan" antara petugas dan para remaja. Sejumlah pengendara motor yang melanggar aturan lalu lintas berupaya meloloskan diri dengan memacu kendaraan melewati gang-gang kecil di pemukiman warga. Namun, kesigapan petugas gabungan berhasil mengamankan para pelanggar yang selama ini telah meresahkan warga sekitar.
Pesan Moral Dr. H. Irwandi Nashir
Ketua PDM Kota Payakumbuh, Ustadz Dr. H. Irwandi Nashir, menegaskan bahwa menjaga ketertiban umum bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dan penjagaan terhadap keselamatan jiwa (hifzun nafs).
"Persoalan ini tidak bisa kita bebankan kepada polisi semata. Saya mengetuk hati para orang tua, niniak mamak, dan tokoh masyarakat, baik yang berada di Kota Payakumbuh maupun di daerah-daerah tetangga yang berbatasan langsung. Anak kemanakan kita adalah aset masa depan umat," ujar Dr. Irwandi Nashir dalam keterangannya.
Beliau menambahkan bahwa pengawasan terhadap anak kemanakan harus melintasi batas wilayah administratif. "Mari kita saling menjaga dan mengingatkan. Jika melihat ada kerumunan remaja yang mencurigakan atau anak kemanakan kita keluar rumah dengan motor yang tidak standar di jam-jam rawan, tegurlah dengan kasih sayang. Jangan sampai penyesalan datang setelah terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa. Sinergi antara Payakumbuh dan daerah sekitarnya sangat penting agar ruang gerak aksi negatif ini bisa kita persempit bersama," tegasnya.
Kolaborasi Tiga Pilar
Senada dengan pesan tersebut, Kasatlantas Polres Payakumbuh, AKP Yuliarman, menekankan bahwa penegakan hukum akan jauh lebih efektif jika didukung oleh struktur sosial masyarakat Minangkabau yang kuat.
"Kami meminta kepada niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan para orang tua agar bekerja sama dengan Polri. Mari kita arahkan anak, cucu, dan kemenakan kita untuk melengkapi standar kendaraan serta menjauhi aksi balap liar yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," tutur AKP Yuliarman.
Melalui kolaborasi antara pemuka agama, tokoh adat, dan aparat penegak hukum, diharapkan Kota Payakumbuh dan sekitarnya dapat kembali menjadi daerah yang tenang, tertib, dan religius, terutama dalam menjaga kesucian momentum ibadah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....