Islam Hadir Memberi Kehidupan dan Menjaga Urusan Vital
- 22 Feb 2026 08:03 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Payakumbuh - Agama Islam bukan sekadar kumpulan ritual formalitas, melainkan sebuah sistem nilai yang datang untuk menghidupkan jiwa dan raga manusia. Pesan mendalam ini menjadi inti sari kajian yang disampaikan ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Payakumbuh, Dr. Irwandi Nashir, dalam acara "Bincang Islam" di Radio Safasindo 98,2 FM, Sabtu, 21/2/2026.
Dalam paparannya, Dr. Irwandi membedah kandungan Alquran Surat Al-Anfal ayat 24 yang berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu...”
Kehidupan yang Bermakna
Menurut Dr. Irwandi, ayat ini merupakan proklamasi bahwa setiap perintah Allah dan Rasul-Nya memiliki satu tujuan utama: memberikan "al-hayat" atau kehidupan yang hakiki. Islam hadir bukan untuk membebani, melainkan untuk membuat hidup manusia menjadi jauh lebih bermakna.
"Islam tidak datang untuk membelenggu manusia. Sebaliknya, setiap syariat yang diturunkan adalah nutrisi bagi kehidupan manusia agar lebih bermartabat dan fungsional," ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa tanpa nilai-nilai Islam, seseorang mungkin hidup secara biologis, namun kehilangan arah dan makna dalam setiap langkahnya.
.
Menjaga Lima Urusan Vital
Lebih lanjut, Dr. Irwandi Nashir menekankan bahwa Islam memberikan "kehidupan" dengan cara memproteksi lima urusan vital manusia (Maqashid asy-Syariah). Kelima hal ini adalah fondasi utama agar manusia bisa hidup dengan tenang dan bahagia:
(1) Menjaga Akidah. Memberikan arah dan keyakinan yang lurus agar manusia tidak tersesat dalam keraguan.
(2) Menjaga Jiwa.Islam sangat menghargai nyawa dan melarang segala bentuk pengrusakan terhadap diri sendiri maupun orang lain.
(3) Menjaga Akal. Melalui larangan hal-hal yang merusak daya pikir dan dorongan untuk terus menuntut ilmu.
(4)Menjaga Keturunan. Mengatur tata cara berkeluarga sesuai syariat Islam demi keberlangsungan generasi yang berkualitas.
(5) Menjaga Harta. Menjamin hak kepemilikan dan mengatur sirkulasi ekonomi yang berkeadilan.
Respons Cepat terhadap Seruan Ilahi
Salah satu poin krusial yang harus digarisbawahi jelas Dr. Irwandi Nashir adalah urgensi merespons seruan Allah secara cepat. Penggunaan kata "istajibu" dalam ayat tersebut mengisyaratkan sambutan yang bersegera.
"Menunda memenuhi seruan agama sama saja dengan menunda datangnya kualitas hidup yang lebih baik. Allah mengingatkan dalam ayat yang sama bahwa Dia membatasi antara manusia dan hatinya. Artinya, kesempatan untuk merasakan hidup yang bermakna bisa saja tertutup jika kita terus berpaling," tegas dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi ini.
Di tengah kompleksitas tantangan zaman, lanjutnya, surat Al-Anfal ayat 24 adalah solusi nyata. Islam menawarkan jalan keluar dari kehampaan makna yang sering dialami masyarakat modern dengan cara menjaga urusan-urusan vital tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....