Muhammadiyah Payakumbuh Rangkul Perantau Magek lewat Dakwah Komunitas

  • 13 Feb 2026 04:24 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Payakumbuh - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti rumah dinas Walikota Payakumbuh pada Rabu malam (11/2/2026). Di bawah pendar lampu ruang utama, puluhan warga perantau asal Magek, Kabupaten Agam, duduk berkumpul. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk melepas rindu pada kampung halaman, melainkan untuk mengeratkan persaudaraan, mempertebal iman, dan sekaligus mempersiapkan acara Pulang Basamo Magek Saondoh ( perantau asal Magek pulang kampung bersama) pada bulan Maret mendatangkan.

Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Payakumbuh Ustadz Dr. Irwandi Nashir.

Kehadiran Ketua PDM kota Payakumbuh pada acara ini sekaligus membawa misi untuk mengoptimalkan program dakwah komunitas yang digariskan Muhammadiyah. Acara ini terasa istimewa karena difasilitasi langsung oleh Walikota Payakumbuh, Dr. dr. Zulmaeta Datuak Rangkayo Basa, yang juga merupakan putra asli Magek.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Irwandi Nashir mengupas makna silaturahim dari sudut pandang Al-Qur'an. Ia menjelaskan bahwa kata al-Arham atau rahim dalam bentuk jamak mengisyaratkan bahwa persaudaraan itu berlapis-lapis. Tidak hanya sebatas hubungan darah, tetapi juga ikatan sejarah asal-usul dan iman yang harus dijaga kesuciannya. "Hubungan persaudaraan kita ini suci. Menjaganya adalah bagian dari perintah agama," ujar Irwandi dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna.

Lebih jauh, Ustadz Irwandi Nashir mengutip Surat Ali Imran ayat 103 untuk mengingatkan bahwa ketaatan kepada Allah tidak bisa dilakukan sendirian. Kehidupan yang kuat hanya bisa terwujud jika setiap orang yang beriman saling menguatkan dalam barisan yang rapi. Menurutnya, ketaatan kolektif adalah kunci agar masyarakat tidak tercerai-berai.

Langkah PDM Payakumbuh merangkul organisasi perantau ini menunjukkan wajah dakwah Muhammadiyah yang semakin luwes dan inklusif. Muhammadiyah kini tidak hanya hadir di mimbar-mimbar masjid, tetapi juga masuk ke ruang-ruang komunitas terkecil agar nilai-nilai agama tetap menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

Walikota Zulmaeta pun menyambut hangat sinergi ini. Baginya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi pembangunan kota dengan penguatan karakter warganya melalui pendekatan spiritual.

Melalui dakwah komunitas ini, Muhammadiyah Payakumbuh ingin memastikan bahwa di mana pun perantau berpijak, mereka memiliki kompas moral yang kuat. Silaturahim dan ketaatan kolektif diharapkan menjadi penjaga agar masyarakat tetap lurus di tengah derasnya perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....