Aiman Witjaksono, "Wartawan Solid, Indonesia Maju"

  • 08 Feb 2026 14:41 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Serang - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus wartawan senior nasional, Aiman Witjaksono menanggapi kembali bersatunya PWI setelah sempat terjadi dualisme.

Wakil Ketua Departemen Hukum dan HAM PWI Pusat itu juga menegaskan, perlunya persatuan dari kalangan wartawan, untuk ikut berpartisipasi memajukan bangsa.

"Memang seharusnya wartawan itu satu organisasi, dalam artian PWI ini tidak terpecah. Bahwa ada pemikiran-pemikiran yang dinamis itu sudah fitrahnya wartawan," sebutnya, Minggu, 8 Februari 2026.

Menurut  Aiman Witjaksono, PWI dalam hal ini adalah PWI yang solid, karena bagaimanapun juga tantangan kita ke depan tidak ringan. Maka dari itu hendaknya kita sama-sama punya tujuan, untuk memajukan bangsa Indonesia.

"Indonesia punya titik kritis di 2034 dengan jumlah usia produktif akan berkurang setelahnya. Dengan artian generasi muda Indonesia akan menua," ulasnya.

Aiman Witjaksono menegaskan. tahun 2034 itu harus kejar. Kalau tidak, maka lewat dari itu kita tidak bisa mengejar. Indonesia akan masuk ke dalam jebakan pendapatan kelas menengah, atau middle in come trap.

"Jadi untuk menjadi negara maju, itu hampir mustahil kalau tidak dikejar 2034. Oleh karena itu tidak ada pilihan, maka Indonesia harus mengejar itu dan wartawan, pers, itu harus bahu-membahu untuk memajukan Indonesia dengan caranya, tentu ya," jelasnya.

Aiman Witjaksono meminta wartawan tidak hanya berperilaku patuh tanpa kritisi, untuk memberikan peran jurnalisme.

"Sekali lagi bukan dengan cara misalnya membebek penguasa, justru tetap harus mengingatkan supaya kembali ke jalur yang benar. Jadi memajukan bangsa Indonesia dengan nilai-nilai jurnalisme," tuturnya.

Aiman Witjaksono menambahkan? sikap kritis bagi wartawan, menjadi hal yang harus selalu dijaga. 

"Karena bagaimanapun juga untuk membangun bangsa tadi, tujuan kita, membutuhkan akal yang menyala. Akal yang menyala itu didapat dari kekritisan. Bukan sekadar berbicara, tapi punya data, punya fakta, punya logika, dan darinya muncul analisa," ungkapnya. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....