Situs Candi Padang Roco Bukti Kejayaan Kerajaan Malayu
- 05 Feb 2026 09:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Situs Candi Padang Roco terletak di Jorong Sungai Langsek Nagari Siguntur. Lokasi ini berada di dataran dengan ketinggian sekitar 160 meter di atas laut.
Akses menuju lokasi cukup sulit karena harus menyeberangi Sungai Dareh menggunakan rakit. Transportasi yang kurang memadai menjadi tantangan utama bagi masyarakat untuk memobilisasi diri.
Wilayah Dharmasraya dahulu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Malayu pada tahun 1286. Para sarjana sejarah dan arkeologi telah mengakui keberadaan ibukota kerajaan di wilayah ini.
Sungai Langsek menjadi lokasi penemuan lapik arca Amoghapasa kiriman Raja Krtanegara. Candi Padang Roco sendiri merupakan bangunan suci yang bernafaskan agama Buddha.
Keberadaan candi membuktikan wilayah ini pernah berfungsi sebagai pusat pemerintahan yang penting. Sarana ibadah ini dibangun untuk keperluan raja beserta keluarga dan rakyatnya.
Kompleks situs ini memiliki empat bangunan candi yang disebut Padangroco I sampai IV. Candi Padangroco I merupakan bangunan induk dengan ukuran mencapai 21 kali 21 meter.

Bangunan induk ini memiliki tangga masuk pada keempat sisinya dengan orientasi baratdaya-timurlaut. Candi Padangroco II terbuat dari susunan bata dengan denah berbentuk bujur sangkar.
Tinggi bangunan yang tersisa saat ini pada Candi Padangroco II mencapai 1,28 meter. Sementara itu Candi Padangroco III memiliki denah bujur sangkar dengan tiga undakan.
Pada bagian baratdaya candi terdapat kolam yang mungkin dulunya tempat mencuci kaki. Adapun Candi Padangroco IV saat ini masih berupa reruntuhan bata di sudut belakang.
Situs ini menjadi bukti eksistensi Kerajaan Malayu sebelum pindah ke Saruaso Tanah Datar. Penelitian terhadap kepurbakalaan di kawasan ini telah dimulai sejak tahun 1860-an silam.
Verkerk Pistorius merupakan peneliti pertama yang mengkaji daerah aliran sungai Batanghari tersebut. Penelitian dilanjutkan oleh Van Stein Callenfels dan Schnitger pada tahun 1935 berikutnya.
Tim arkeologi menemukan parit keliling serta berbagai temuan keramik dari berbagai masa. Hal ini semakin menguatkan indikasi Padang Roco sebagai pusat Kerajaan Melayu Dharmasraya.
Pemugaran kompleks candi dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat. Proses pemugaran situs bersejarah ini berlangsung mulai tahun 1995 hingga tahun 2005.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....