Penanganan Banjir Sumatra Capai Progres Signifikan

  • 03 Feb 2026 15:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif untuk pemulihan ini.

Pemerintah menjamin pemulihan menyeluruh di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pendekatan holistik dilakukan untuk membangun kembali rumah serta memulihkan penghidupan masyarakat.

Presiden menegaskan negara harus hadir secara utuh bagi seluruh warga terdampak. Pembangunan tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada masa depan masyarakat.

Fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan hunian sementara (huntara). Pemerintah juga menyiapkan relokasi permanen bagi warga di wilayah rawan bencana.

Pemulihan fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas terus dikebut petugas. Sarana transportasi turut diperbaiki guna mendukung pemulihan ekonomi sosial masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut progres pemulihan menunjukkan hasil signifikan. Upaya terpadu lintas sektoral berhasil menurunkan jumlah pengungsi secara drastis.

Tito menjelaskan fasilitas umum di berbagai daerah kini mulai pulih kembali. Berdasarkan data Selasa, 14 Januari 2026, jumlah pengungsi Aceh turun tajam.

Pengungsi di Aceh kini berjumlah 171.100 jiwa dari semula 1,4 juta jiwa. Sementara itu, pengungsi di Sumatra Utara berkurang menjadi 13.600 jiwa.

Provinsi Sumatra Barat mencatat penurunan pengungsi menjadi 10.900 orang saja. Tito juga merinci angka kerusakan rumah warga yang cukup signifikan.

Kerusakan rumah di Aceh mencapai 144.865 unit dengan berbagai kategori. Di Sumatra Utara, tercatat sebanyak 175.050 rumah mengalami kerusakan fisik.

Sumatra Barat mencatat kerusakan pada 12.672 unit rumah milik warga setempat. Pemulihan layanan pemerintahan di Sumatra Barat dinilai sebagai yang tercepat.

Hampir seluruh fasilitas umum di Sumatra Barat sudah kembali beroperasi normal. Namun, perbaikan akses jalan darat di beberapa titik masih terus dilakukan.

Akses di Pasaman, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai membutuhkan penanganan lebih. Perbaikan jalan di wilayah Agam juga masih menjadi fokus utama.

Sektor pendidikan masih menghadapi tantangan di Langkat dan Kota Medan. Beberapa sekolah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih rusak.

Staf Khusus KSP Timothy Ivan Triyono menjelaskan skema kerja pemerintah. Pendekatan TSM memastikan pemulihan berjalan cepat dan dirasakan langsung masyarakat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan pemasangan 270 unit jembatan bailey. Jembatan tersebut berfungsi untuk memperbaiki aksesibilitas warga di daerah terisolasi.

BNPB juga telah menyerahkan 200 unit hunian sementara bagi terdampak. Operasi modifikasi cuaca turut diintensifkan guna mengurangi potensi cuaca ekstrem. (MIK/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....