Jejak Kejayaan Dharmasraya, "Sang Penguasa Emas di Sumatera"

  • 03 Feb 2026 15:27 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kerajaan Dharmasraya merupakan kerajaan Melayu bercorak Buddha yang pernah berjaya di Pulau Sumatera. Kemunculan kerajaan ini berkaitan erat dengan melemahnya kekuasaan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-11 masehi.

Salah satu bukti sejarah keberadaannya adalah penemuan Prasasti Grahi di wilayah selatan Thailand. Dharmasraya kemudian dikenal luas sebagai kerajaan Buddha terbesar yang ada di daratan Sumatera.

Wilayah kekuasaannya mencakup sebagian besar Sumatera, wilayah Sunda, hingga menjangkau Semenanjung Malaya. Kerajaan ini juga aktif menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai kerajaan besar di Asia Tenggara.

Berdasarkan catatan sejarah, runtuhnya Sriwijaya menjadikan Dharmasraya sebagai kekuatan politik utama di Sumatera. Kerajaan ini menguasai sekitar lima belas kerajaan bawahan yang tersebar di berbagai wilayah strategis.

Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa mendirikan kerajaan ini pada tahun 1183 masehi dari Dinasti Mauli. Pusat pemerintahan awalnya berada di sepanjang Sungai Batanghari yang kini masuk wilayah Sumatera Barat.

Puncak kejayaan terjadi pada masa pemerintahan Adityawarman yang memerintah antara tahun 1347 hingga 1375. Pada periode ini, pusat pemerintahan dipindahkan ke Pagaruyung yang berada di Kabupaten Tanah Datar.

Adityawarman sendiri memiliki hubungan darah yang sangat erat dengan pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya. Namun, ekspansi besar-besaran dari Majapahit akhirnya menjadi pemicu utama kemunduran kekuasaan Kerajaan Dharmasraya.

Kitab Nagarakretagama mencatat bahwa wilayah Melayu menjadi salah satu daerah taklukan dari otoritas Majapahit. Adityawarman bahkan sempat diangkat menjadi raja bawahan Majapahit sebelum akhirnya memindahkan pusat pemerintahannya.

Pasca kepemimpinan Adityawarman, kerajaan mulai mengalami kerusuhan internal serta kemerosotan ekonomi yang sangat tajam. Wilayahnya kemudian jatuh ke tangan perompak Tionghoa hingga akhirnya runtuh sepenuhnya dari panggung sejarah.

Jejak sejarah Dharmasraya tetap abadi melalui berbagai peninggalan seperti Prasasti Padang Roco dan Suruaso. Prasasti tersebut mencatat pengiriman Arca Amoghapasa sebagai hadiah simbolis dari penguasa Kerajaan Singasari. (MK/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....