15 Unit Rumah Tumbuh di Malalak, PMI Jaksel
- 02 Feb 2026 14:25 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi-Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan akan membangun Hunian Tetap (HUNTAP) yang familiar dengan nama "Rumah Tumbuh" bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Malalak. Junaidi Aditiun, Humas PMI Jakarta Selatan, mengatakan bahwa "Rumah Tumbuh" ini menjadi bukti dukungan agar masyarakat yang terdampak mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan aman.
"Hadapnya rumah tumbuh ini menjadi motivasi warga untuk bangkit dari musibah yang dialaminya," kata Junaidi Aditiun. PMI menyikapi kejadian bencana alam dengan fase yang ada hingga situasi pulih normal kembali.
Rencana PMI akan membangun huntap berukuran 4X6 dengan dua kamar, konstruksi perangkap jaringan, dinding dari papan semen serat kaca serta fasilitas sanitasi mandi cuci kakus (MCK). Imam Kusmanto, salah seorang Pengurus PMI Jakarta Selatan, mengatakan bahwa huntap akan dibangun PMI Jakarta Selatan bagi warga Malalak khususnya di Nagari Toboh. Rencana akan dibangun 15 unit Rumah Tumbuh di daerah ini.
"Belasan huntap tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang belum terdata sebagai penerima huntap dari pihak lainnya," kata Imam Kusmanto. Program sosial ini bertujuan agar tidak tumpang tindih dengan program huntara yang digagas pemerintah maupun swasta.
Jerman Jendra, Staf Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan Malalak memberikan apresiasi atas dukungan PMI untuk membantu masyarakat di wilayah ini dalam pemenuhan tempat tinggal. "Rumah tumbuh ini dapat dimanfaatkan dengan baik," katanya.
Ahmad Jais, Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi dan Koordinator Lapangan PMI Provinsi Sumbar untuk perwakilan Kecamatan Malalak, menyebutkan bahwa untuk mendapatkan huntap tersebut, PMI mensyaratkan agar dibangun di tanah milik calon penerima demi menghindari konflik di kemudian hari.
"Kemudian, PMI juga menargetkan calon penerima manfaat bisa menempati huntap selama empat tahun agar selama kurun waktu itu mereka kembali pulih secara ekonomi," kata Ahmad Jais. Harapan PMI, dengan menetap 4 hingga 5 tahun di huntap, mereka bisa menabung untuk membangun tempat tinggal yang lebih baik lagi.
PMI akan memulai tahap pembangunan huntap pada 3 Februari 2026. Sebelum itu, tim dari PMI Jakarta Selatan terlebih dahulu datang ke Kabupaten Agam untuk mengecek lokasi pembangunan huntap.
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....