Permainan KIM Perpaduan Musik, Pantun, dan Angka

  • 28 Okt 2025 05:48 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN Bukittinggi :Di tengah semarak budaya Minangkabau yang kaya akan seni tutur dan musik, terdapat sebuah permainan tradisional unik yang menggabungkan pantun, musik, dan angka: Permainan KIM. Tidak hanya menjadi hiburan rakyat, KIM juga mencerminkan kreativitas masyarakat Minangkabau dalam melestarikan tradisi sekaligus menciptakan interaksi sosial yang menghibur dan mendidik.

Permainan KIM diduga berasal dari adaptasi permainan Bingo yang berasal dari Cina, lalu masuk dan berkembang di kawasan Pariaman, Sumatera Barat. Meski memiliki kemiripan mekanisme dengan Bingo, KIM dibalut dengan nuansa lokal, sehingga memiliki kekhasan tersendiri. Di tengah masyarakat Minangkabau, permainan ini juga dikenal sebagai Kesenian Irama Minang, merujuk pada perpaduan antara unsur musik, pantun, dan hiburan dalam pelaksanaannya.

Dalam permainan KIM, terdapat seorang tokoh utama yang disebut “tukang dendang”. Ia bertugas menyanyikan pantun-pantun berirama khas Minang, yang pada akhir baitnya menyebutkan angka tertentu. Angka tersebut kemudian dicocokkan oleh para pemain dengan kartu angka acak yang mereka pegang.

Para pemain akan menandai angka-angka yang disebutkan di kartu masing-masing. Pemenang adalah orang yang berhasil menandai seluruh angka dalam satu baris, baik secara horizontal maupun vertikal.

Yang membuat KIM istimewa adalah sisi seninya. Tukang dendang biasanya menyisipkan kritik sosial, humor, atau nasihat dalam pantun yang dinyanyikan, sehingga permainan ini juga menjadi ruang ekspresi dan hiburan rakyat.

KIM biasanya dimainkan dalam acara pernikahan, pesta rakyat, atau perayaan adat lainnya di Sumatera Barat. Musik pengiring yang digunakan juga seringkali menggambarkan kekayaan tradisi Minang, menggunakan alat musik tradisional atau versi modern dengan nuansa etnik.

Di tengah permainan, tawa dan sorak sorai sering terdengar, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Bagi banyak masyarakat Minangkabau, KIM bukan sekadar permainan angka, tetapi juga sarana berkumpul, mengenang budaya, dan membangun silaturahmi.

Lebih dari sekadar hiburan, permainan KIM juga memiliki manfaat edukatif. Ia mampu melatih daya ingat dan konsentrasi, karena pemain harus fokus mendengarkan pantun dan mencocokkan angka dalam waktu singkat. Ini menjadikan KIM sebagai permainan yang merangsang kognisi dan respons cepat, terutama bagi orang dewasa dan lansia.

Di masa lalu, permainan KIM sempat dikaitkan dengan aktivitas perjudian, karena beberapa penyelenggara memberikan hadiah dalam bentuk uang tunai. Namun seiring waktu, persepsi terhadap KIM mulai berubah. Kini, berkat edukasi dan pendekatan budaya, KIM lebih ditekankan sebagai hiburan tradisional yang sehat, sebagaimana dicatat dalam beberapa riset, termasuk oleh Jurnal Minang.

Perlu dicatat, ada juga permainan KIM dalam dunia kepramukaan, yang memiliki konsep berbeda. Dalam versi pramuka, KIM adalah latihan menghafal dan mengamati berbagai benda, suara, atau peristiwa, yang bertujuan untuk melatih kepekaan dan daya ingat. Menurut Scouts.org.uk, KIM pramuka merupakan sarana pendidikan karakter, bukan permainan hiburan berirama.

Permainan KIM adalah contoh nyata bagaimana masyarakat Minangkabau berhasil mengadaptasi pengaruh luar dan mengemasnya dalam bentuk seni lokal yang khas. Dari tukang dendang yang bersenandung hingga tawa penonton yang riuh, KIM adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Minangkabau yang terus hidup hingga hari ini.(ER)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....