Bukittinggi Laksanakan Sekolah Keluarga Lanjutan di tahun 2023
- 15 Mar 2023 10:30 WIB
- Bukittinggi
KBRN,Bukittinggi: 500 orang peserta hari ini, Rabu (15/3/2023) berlokasi di Balairung Rumah Dinas Walikota Bukittinggi di Belakang Balok mengikuti ‘Kuliah Umum’ yang merupakan tahapan pelaksanaan Sekolah Keluarga Lanjutan di Kota Bukittinggi.
500 peserta itu terdiri dari 492 orang peserta dari kaum perempuan dan 8 orang peserta dari kaum laki-laki, mereka merupakan para alumni dari pelaksanaan Sekolah Keluarga yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dari masing-masing kelurahan dan kecamatan di daerah ini.
Sekolah Keluarga merupakan program yang dimiliki Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga di daerah ini dengan penerapan delapan fungsi keluarga yakni fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, sosial budaya, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta pembinaan lingkungan.
Walikota Bukittinggi Erman Safar mengatakan pihaknya ingin masyarakat yang tercatat sebagai peserta Sekolah Keluarga di daerah ini bersama pemerintah daerah. Sebagaimana diketahui, pasangan kepala daerah Erman Safar dan Marfendi tidak mengusung visi misi pemerintahan yang dipimpinnya terhadap Kota Bukittinggi ini dengan tidak dominan berfokus pada pembangunan fisik, melainkan pembangunan non fisik serupa pemberdayaan terhadap masyarakat, meningkatkan taraf ekonomi warga , pemenuhan pelayanan kesehatan, pendidikan, keagamaan, sosial dan pembangunan non fisik lainya.
“semoga bapak-bapak dan ibu-ibu di sini selalu dalam lindungan Allah SWT, lalu Allah lapangkan rezeki bapak dan ibu selapang-lapangnya, lunas segala hutang piutang. Menuju ramadhan ini saya Erman Safar dan mewakili seluruh pemerintahan, kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan dan kesalahan yang kami perbuat selama ini. Atau ada hal yang kurang puas dalam pelayanan pemerintah, ambo mohon maaf. Lai dimaafkan ibu-ibuk, sebelumnya ibu-ibu alah ambo maafkan,”ujarnya
Ditegaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi membutuhkan peran serta masyarakat untuk mewujudkan misi visi pemerintahan yang diusungnya.
“terakhir saya sampaikan dalam sambutan ini, ibu-ibu yang ada di sini harus bersama dengan pemerintah, siap. Siap…, yang nggak basamo berarti surang,”ucapnya
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Bukittinggi Nauli Handayani menyebutkan sekolah keluarga lanjutan di Kota Bukittinggi tahun 2023 ini ditujukan untuk memperdalam kompetensi para peserta (alumni sekolah keluarga).
“sekolah keluarga yang lanjutan ini merupakan peningkatan pengetahuan bagi peserta atau alumni sekolah keluarga yang sudah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, itu dilaksanakan terhadap 500 orang peserta, dengan tujuan agar mereka bisa mengupgrade. Istilahnya kemarin itu mereka sudah diberikan bekal pengetahuan, nah yang sekarang ini lebih diperdalam lagi dan lebih ditingkatkan lagi,”katanya
Dikatakan, pada pelaksanaan Sekolah Keluarga Lanjutan ini fokus ditujukan pada upaya pencegahan dan penanggulangan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal demikian didasari semakin maraknya kasus tersebut di lapangan, sebenarnya.
“adapun fokus pelaksanaan sekolah keluarga lanjutan tahun ini adalah bagaimana penanggulangan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, kenapa hal ini yang dijadikan topik utama untuk peningkatan pengetahuan bagi peserta sekolah keluarga ini adalah karena semakin maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi pada saat sekarang,”sebutnya
Kadis P3APPKB Kota Bukittinggi Nauli Handayani mengutarakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebetulnya fenomena ‘seperti gunung es’, sehingga banyak korban yang tidak melaporkan kasus yang dialami dan tidak terdeteksi. Para peserta sekolah keluarga yang notabenenya adalah ibu rumah tangga dan bapak rumah tangga harus jeli mengamati situasi di tengah lingkungannya untuk mencari tahu dan memberikan edukasi kepada publik tentang pencegahan serta penanggulangan kekerasan itu.
“yang mana kita ketahui, kasus-kasus tersebut memang yang kelihatan itu hanya ujungnya saja, tetapi kita sadari dan kita pahami bersama, sebenarnya banyak korban yang tidak melapor atau tidak terdeteksi. Untuk itulah kita harapkan para peserta sekolah keluarga kita ini bisa berupaya menggali dan mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya penanggulangan dan pencegahan kekerasan perempuan dan anak,”jelasnya
Mirisnya kekerasan yang dialami anak akan mempengaruhi keberlangsungan si anak di masa depan, sehingga apapun bentuk kekerasan secara psikis, fisik, dan verbal terhadap anak harus dicegah dan dihentikan.
“kita sama ketahui juga kekerasan terhadap anak, anak merupakan masa depan bangsa, oleh karena itu dari sekarang kita berupaya melakukan pencegahan terhadap berbagai bentuk kekerasan yang dilakukan kepada anak. Baik itu kekerasan secara psikis, kekerasan secara fisik, maupun kekerasan secara verbal,”terangnya
Ia menambahkan ilmu pengetahuan selalu mengikuti perkembangan zaman, oleh karena itu para peserta sekolah keluarga di Kota Bukittinggi tetap menambah dan meningkatkan kemampuannya untuk menyikapi persoalan dan fenomena sosial kemasyarakatan yang ada.
“iya kami tegaskan lagi, peserta sekolah keluarga lanjutan ini adalah para alumni sekolah keluarga yang tamat di angkatan lalu dan diseleksi. Jadi bukan peserta baru yang direkruit. Kita sama-sama ketahui ilmu pengetahuan kalau tidak diperbaharui atau diupgrade tentunya akan semakin ketinggalan zaman,”ungkapnya
Pada Kuliah Umum Sekolah Keluarga Lanjutan Kota Bukittinggi tahun 2023 hari ini materi disampaikan langsung oleh Walikota Bukittinggi Erman Safar, Ketua TP PKK Kota Bukittinggi Fiona Agyta Erman Safar, Zera Mendoza selaku Psikolog, Buya Gusrizal Gazahar, tim dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, tim dari Perguruan Tinggi Kesehatan, tim psikolog dan tim parenting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....