Bukittinggi Mampu Menjadi Sentra Bibit Unggul Tanaman Hortikultura

  • 13 Mar 2023 15:39 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN,Bukittinggi: Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan apresiasi program perbanyakan tanaman hortikultura untuk masyarakat se- Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) yang didukung oleh Anggota DPRD Kota Bukittinggi Asril, SE.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi Abdul Halim kepada RRI, Senin (13/3/2023) mengatakan sejak beberapa tahun belakangan Anggota DPRD Kota Bukittinggi Asril mengupayakan pendistribusian tanaman hortikultura kepada masyarakat secara gratis untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing, sehingga untuk mewujudkan evaluasi pembagian tanaman itu disikapi dengan pelatihan perbanyakan tanaman hortikultura seperti lengkeng, alpukat, durian, sirsak dan tanaman produktif lainnya.

Dikatakan, program itu sejalan dengan visi misi yang diusung oleh pasangan kepala daerah Walikota Erman Safar dan Wakil Walikota Marfendi yakni HEBAT di sektor pertanian, dengan keterbatasan lahan pertanian di daerah mampu diupayakan pemanfaatan secara maksimal dengan tanaman produktif yang bernilai ekonomis tinggi.

“jadi intinya kita dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi sangat mendukung dan terima kasih sekali kepada inisiasi dari Pak Asril, karena berkat beliau kita bisa melaksanakan kegiatan tahun ini. Ini merupakan kegiatan pengembangan dari pokir-pokir beliau sebelumnya, jadi kalau beberapa tahun sebelumnya beliau hanya fokus untuk membagikan bibit, namun mulai tahun ini bagaimana dari bibit yang sudah dibagi itu, bisa ditingkatkan oleh masyarakat, berupa pelatihan tentang bagaimana cara memperbanyak bibit yang sudah ada,”ujarnya

Terdapat 60 peserta pelatihan untuk memperbanyak tanaman hortikultura se-Kecamatan Mandiangin Koto Selayan yang dibagi menjadi dua angkatan (angkatan 1 dan angkatan 2) mendapatkan pelatihan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi di kawasan Talao Campago Guguak Bulek.

“yang fokus pesertanya adalah warga yang telah menerima bibit tanaman hortikultura beberapa tahun lalu dari Pak Asril. Jadi, kita harapkan ada upaya peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang telah memiliki tanaman hortikultura dengan penyediaan bibit tanaman, sehingga untuk mengisi waktu di rumah tangga dapat mengolah tanaman itu untuk diperbanyak,”katanya

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi menghadirkan pemateri dari Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan Solok dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memberikan literasi dan edukasi tentang pengembangan tanaman hortikultura sehingga diperoleh banyak bibit tanaman yang dapat dihasilkan untuk ditanam dan diperjualbelikan ke publik.

Anggota DPRD Kota Bukittinggi Asril, SE menyebutkan kegiatan pelatihan untuk memperbanyak tanaman hortikultura ini mendukung visi misi Kota Bukittinggi di sektor kepariwisataan. Dikatakan, sebagai daerah tujuan wisata daerah ini butuh 100 ribu hingga 150 ribu batang bibit tanaman unggul untuk dibudidayakan serupa hortikultura. Namun, sekarang baru ada sekitar 10 ribu batang bibit tanaman yang didistribusikan kepada masyarakat. Tentu, kebutuhan bibit yang mencapai ratusan ribu itu berpeluang disikapi oleh warga kota dengan program pembibitan sendiri dan menghasilkan pundi rupiah.

“jadi sebetulnya kita melihat ada sebuah peluang usaha besar, dimana usaha ini menunjang visi misi kota sebagai tujuan pariwisata. Dengan mengembangkan buah-buahan itu, kalau kita melakukan kajian bahwa sesungguhnya Kota Bukittinggi ini membutuhkan tanaman bibit unggul sekitar 100 ribu -150 ribu batang tanaman hortikultura. Nah, sampai hari ini kita baru sekitar 10 ribu batang yang baru mampu kita berikan kepada masyarakat. Nah, kalau kita terus beli ke luar Bukittinggi, alangkah ruginya masyarakat kita. Lebih baik ini kita kembangkan, kita kembangkan sendiri, kita buat sendiri,”ujarnya

Ditegaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi harus membeli bibit tanaman hortikultura yang dihasilkan oleh masyarakat, bahkan pemerintah daerah berperan untuk pengembangan sektor ini dengan berkomunikasi dan berkoordinasi antar kabupaten/kota hingga provinsi lain di Indonesia, jika di Kota Bukittinggi tersedia bibit tanaman unggul.

“kalau pun pemerintah kota ingin membeli, maka beli ke masyarakat kita bibit tanaman hortikultura itu. Belilah bibit tanaman ke warganya sendiri. Sebetulnya, bibit tanaman hortikultura ini dibutuhkan oleh kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat, bahkan di seluruh Indonesia,”sebutnya

Asril mencermati budidaya tanaman hortikultura dengan penggunaan bibit unggul sangat berpengaruh terhadap hasil yang hendak dicapai, tampak dari efisiensi dan efektifitas waktu budidaya.

“karena dengan bibit unggul ini ada proses percepatan produksi yang signifikan, misalkan durian. Kalau durian kita tanam dari bibit, umur 15 tahun itu baru belajar berbuah, tetapi dengan bibit unggul di umur 4 tahun, bahkan dua tahun pun sudah ada yang berbuah dengan perlakuan maksimal yang kita lakukan. Jadi, manfaatnya sangat luar biasa bagi masyarakat kita,”terangnya

Bahkan, legislator Kota Bukittinggi menyoroti agar tidak ada lagi pojokan yang hanya ditumbuhi semak belukar dan sampah, seharusnya ditanami dengan tanaman produktif dan bunga hias.

“ilmu tentang kultur jaringan ini dapat kita aplikasikan kepada bunga. Jadi, kita berharap nanti tidak ada lagi pojok-pojok di Kota Bukittinggi ini yang tidak terurus, menjadi semak-semak dan tumpukan sampah. Tetapi tempat kecil atau pojokan itu menjadi display tanaman-tanaman, baik tanaman produksi maupun tanaman bunga untuk diperdagangkan,”imbuhnya

Pihaknya ingin niat yang melandasi semangat para ibu –ibu Hebat dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan ini dapat membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya di Kota Bukittinggi. Hal demikian belajar dari keberadaan sentra pembibitan tanaman yang tersebar di sejumlah wilayah di luar Kota Bukittinggi, prospeknya sangat menjanjikan untuk mendatangkan uang.

“terkait kebutuhannya, katakanlah sekarang coba kita lihat dari Bangkinang sampai sampai Pekanbaru, sangat banyak sekali masyarakat yang berbisnis bibit tanaman, kemudian Tanjung Marawa yang luasnya sebesar Bukittinggi seluruhnya bibit, lalu kawasan di Lubuak Minturun- Padang di daerah itu semua orang berbisnis bibit, nah peluang –peluang seperti itu yang kita coba buka kepada masyarakat, yang pada hari ini belum produktif atau belum bekerja, mudah-mudahan ini dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya di Kota Bukittinggi,”jelasnya

Ia optimis kedepan akan dilanjutkan dengan pelatihan marketing bagi peserta kegiatan ini, jika tanaman hortikultura yang telah dimiliki masyarakat sudah dikembangkan dengan tersedianya bibit tanaman dari hasil metode sambung , cangkok, dan okulasi.

“ada kerjasama Balai Benih dengan masyarakat, dimana dijadikan pembibitan tanaman ini berbasis masyarakat. Kita kedepan setelah pelatihan ini akan memfokuskan bagaimana masyarakat yang telah berproses untuk memperbanyak tanaman hortikultura dengan tersedianya bibit, kita dorong marketing onlinenya ditengah penjualan konvensional,”tuturnya

DR. Sri Julianti, SP, Msi selaku Peneliti Muda dari Balai Penelitian Buah (Balitbu) Tropika Aripan Solok Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengutarakan kegiatan pelatihan ini menjadi pembuktian untuk program pengembangan tanaman buah, dikarenakan selama ini belum sesuai harapan jika dibandingkan dengan pengembangan tanaman pangan.

“alhamdulillah saya senang sekali ya pak dengan kegiatan pelatihan ini, ini adalah salah satu cara membantu kita untuk pengembangan tanaman buah kedepannya, karena diketahui tanaman buah itu dibandingkan dengan tanaman pangan lebih belum berkembang, tapi dengan kegiatan ini kita berharap nanti pengembangan buah kita akan lebih maju terutama kita memunculkan beberapa penangkar,”ungkapnya

Pihaknya yakin dari Kota Bukittinggi bermunculan para penangkar bibit tanaman hortikultura yang unggul hingga menjadi peluang usaha.

“karena selama ini kan di Bukittinggi belum ada penangkar bibit tanaman buah, karena bisnis benih itu sangat luar biasa, pak. Peluang ke depan itu sangat besar. Jadi, bukan hanya dapat untuk menghidupi keluarga tapi dengan bibit tanaman dapat menyekolahkan anak, itu sudah terbukti,”katanya

Menurutnya, para ibu rumah tangga memiliki porsi waktu yang cukup banyak di rumah, sehingga perlu manajemen waktu untuk menekuni sektor pembibitan tanaman produktif, sejatinya dari rumah seorang ibu dapat bekerja dan menghasilkan uang.

“saya sudah pergi ke beberapa wilayah di Indonesia, memang bisnis bibit tanaman buah ini luar biasa, sehingga dengan kegiatan pelatihan pembibitan ini, kita berikan materi dan langsung praktek, maka pesertanya yang ibu-ibu tentu lebih banyak waktu mengurus rumah tangga, tapi mereka dapat membuat manajemen waktu untuk menghasilkan uang, dengan memperbanyak tanaman hortikultura. Kita langsung praktek cara menyambung tanaman, mencangkok,”sebutnya

Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Aripan Solok dapat bekerjasama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) untuk menyikapi bibit tanaman hortikultura yang dihasilkan mampu dijual secara legal di seluruh Indonesia, sehingga dari Kota Bukittinggi muncul mitra binaan Balitbu.

“jadi peluangnya jangka panjang, jika masyarakat di Kota Bukittinggi ini berhasil melakukan pembibitan tanaman hortikultura dan bibit itu dan dibantu dari BPSB bisa legal, kita dapat menjual bibit itu di seluruh Indonesia secara legal. Kita bisa mengambil bibit dari mitra binaan di sini,pak,”terangnya

Jika bibit tanaman telah memiliki registrasi maka dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan akan bibit tanaman di berbagai penjuru negeri. Kemudian, harga jual bibit tanaman yang telah diregister BPSB cukup tinggi.

“kita dapat berkoordinasi dengan BPSB setempat, kita lakukan pembinaan masyarakat untuk menjadi penangkar bibit tanaman, sehingga bibit tanaman itu kita monitor, dan bibit tanaman dapat teregistrasi untuk dijual ke seluruh Indonesia, itu legal, sesuai terpenuhi indikator yang dipersyaratkan,”tambahnya

Diketahui, Pelatihan untuk memperbanyak tanaman hortikultura di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan ini didukung dengan dana aspirasi Anggota DPRD Kota Bukittinggi Asril melalui dana pokir,melalui kegiatan pemanfaatan SDG Hewan /Tanaman pada Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi tahun anggaran 2023.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....