Kurai Limo Jorong Warisan Adat Masyarakat Bukittinggi
- 03 Agt 2025 22:47 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Kurai Limo Jorong, bagian dari Nagari Kurai V di Bukittinggi, kini mencuat sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus ajang dinamika sosial yang aktif.
Daerah ini terdiri dari lima jorong atau suku adat Guci, Pisang, Kumbang, Jambak, dan Tanjung—yang sejak dulu menjadi fondasi masyarakat hukum adat di tengah kota modern.
1. Pelestarian Tradisi dan Warisan Budaya
Salah satu aset budaya paling menonjol di Kurai Limo Jorong adalah Batu Kurai Limo Jorong, sebuah situs cagar budaya berbentuk lingkaran batu alami yang dijadikan tempat bermusyawarah oleh Niniak Mamak (adat) sejak zaman dahulu
Selain itu, pada November 2024, dua kekayaan budaya khas Kurai resmi diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia: Keripik Sanjai dan pakaian pengantin adat Kurai Limo Jorong Pengakuan ini membuka jalan bagi promosi dan pengembangan ekonomi kreatif lokal.
2. Organisasi Adat dan Penguatan Struktur
Untuk memperkokoh struktur adat, masyarakat Kurai Limo Jorong menyelenggarakan Musyawarah Besar sedunia guna mendeklarasikan “Limbago Adat Nagari Kurai (LANK) Limo Jorong”. Terobosan ini dilakukan via Zoom pada halaman balairung pemimpin kota Bukittinggi.
LANK dibentuk untuk menjalankan fungsi teknis adat: bidang keuangan, pendidikan, aset, dan lain-lain. Pemerintah kota, melalui Wakil Wali Kota Marfendi, mendukung penuh agar struktur adat ini memperkuat posisi Niniak Mamak sebagai “tampek baiyo” (tempat berdialog) dan pendamping pembangunan daerah
3. Pertemuan Tradisi dan Kebijakan Modern
Meski banyak pencapaian budaya, dinamika juga muncul di masyarakat. Di tahun 2022, Niniak Mamak Kurai menolak rencana pembangunan awning di Jalan Minangkabau karena dinilai bisa menggangu kekhasan dan keseimbangan sejarah daerah
Sementara itu, Kerapatan Adat Kurai (KAK) tahun 2024 sempat membuat maklumat menolak keberadaan LGBT, serta menegaskan pelaksanaan hukum adat terhadap pelaku setelah melewati proses Satpol-PP, langkah yang menuai tanggapan publik terkait nilai keberagaman
4. Festival dan Kebersamaan Budaya
Untuk merayakan identitas dan kebersamaan, pada Desember 2023 digelar Pawai Karnaval Kurai Limo Jorong dalam rangka Hari Jadi Kota ke-239. Ribuan peserta, termasuk kaum Bundo Kanduang, menyemarakkan acara dengan pakaian adat dan musik tradisional Minangkabau
Kurai Limo Jorong tampil sebagai contoh bagaimana masyarakat adat dapat mengelola dan melestarikan tradisi budaya di tengah perkembangan modern. Dengan struktur adat yang diperkuat, pengakuan warisan budaya nasional, namun juga tetap berjibaku menghadapi tantangan kebijakan kontemporer.
Gerakan seperti LANK, pelestarian cagar budaya, dan festival kebudayaan memperlihatkan vitalitas komunitas Kurai. Di sisi lain, konflik soal pembangunan dan maklumat sosial mengungkap bahwa menjaga harmoni modern dan adat bukan hal mudah. (RM/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....