Suntiang Pakaian Pengantin Wanita Minang

  • 30 Mar 2025 22:18 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Suntiang merupakan suatu lambang bahwa seorang perempuan telah melewati masa peralihan dari remaja menjadi perempuan dewasa, dengan menikah dengan mengikuti berbagai bentuk adat perkawinan. Suntiang tersebut di kenakan saat upacara adat baralek oleh anak daro ( pengantin wanita). Hiasan kepala untuk pengantin perempuan ini disebut juga dengan suntiang gadang. dalam pernikahannya. Walaupun hiasan kepala tersebut sangat berat, namun, hal ini menjadikan mereka tetap terlihat anggun dan feminin.

Tingkat kembang suntiang pada pengantin wanita biasanya berjumlah ganjil. Jumlah suntiang yang paling tinggi yaitu sebelas tingkat, sedangkan yang paling rendah yaitu tujuh tingkat. Jumlah ganjil pada kembang suntiang menjadi ciri khas tersendiri pada pengantin Minangkabau. Demi kepraktisan, biasanya penggunaan hiasan kepala ini disesuaikan dengan bentuk wajah. Meskipun demikian, tingkatan pada suntiang tetap dipertahankan dalam jumlah ganjil sesuai dengan kemauan pengantin. Suntiang memiliki berat sekitar 3,5 hingga 5 kilogram. Namun, di zaman modern ini, suntiang dibuat dengan ukuran yang lebih kecil serta bahan yang lebih ringan, sehingga proses pembuatan dan pemakaiannya menjadi lebih mudah. Terlepas dari itu yang dalam, mengenakan suntiang menjadi kebanggaan tersendiri bagi perempuan Minangkabau

Tapi dari berat suntiang ini melambangkan betapa beratnya tanggung jawab yang akan dipikul perempuan Minang setelah menikah. Tanggung jawab ini tidak hanya sebatas keluarga, melainkan juga lingkungan tempat tinggalnya.

Sebenarnya suntiang merupakan hasil akulturasi budaya antara Indonesia dengan Cina. Yang akhirnya suntiang telah menjadi budaya masyarakat Minangkabau.

Keindahan warna dan bentuk pada suntiang tersebut. Umumnya, ragam hias yang dijadikan sebagai ornamen suntiang terinspirasi dari alam yang mencakup unsur kehidupan di darat, udara dan laut. Hal ini sesuai denganfilosofi hidup masyarakat minang kabau, yaitu “alam takambang jadi guru”. Adapun artinya yaitu semua yang ada di alam luas bisa dijadikan pelajaran atau contoh

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....