Wawako Ibnu Asis dan TPID Bukittinggi Inspeksi ke Pasar Bawah
- 26 Mar 2025 16:40 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi ke Pasar Bawah, Rabu (26/3/2025).
Inspeksi ini ditujukan untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok rumah tangga menghadapi lebaran idul fitri 1446 hijriah.
Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyisir blok demi blok Pasar Bawah dan berinteraksi dengan para pedagang, sehingga diperoleh informasi hingga saat ini stok sembako masih aman dan harga pun stabil.
Dikatakan, pihaknya minta dukungan agar laju inflasi di Kota Bukittinggi tidak melampaui batas dari target yang ditentukan menjelang masuknya 1 Syawal 1446 hijriah.
“kami tadi berbincang dengan pedagang, kami menerima informasi stok sembako aman, dan harga juga stabil menjelang lebaran. Kita minta dukungan juga agar tidak terjadi peningkatan angka inflasi daerah,”ujarnya

Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis menyebutkan pihaknya akui daya beli masyarakat terhadap komoditas harian rumah tangga di Pasar Bawah cukup baik, sehingga mempengaruhi angka inflasi daerah.
Saat ini angka inflasi Kota Bukittinggi berada di 0,12 persen. Jika terjadi kenaikan jumlahnya pun tidak terlalu tinggi.
Pemerintah Kota Bukittinggi dan TPID membuktikan suasana jual beli di Pasar Bawah, para pedagang menikmati aktivitasnya dengan riang gembira sehingga membawa dampak positif bagi tingkat dan minat beli.
“sepanjang pantauan kita tadi, minat beli masyarakat stabil. Kalau inflasi daerah kita juga normal. Kita tadi melihat pedagang tetap senang, tidak ada yang cemberut,”sebutnya
Pemerintah Kota Bukittinggi minta pedagang di sarana jual beli tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selaku pembeli, sehingga tidak membedakan strata sosial dan asalnya.
Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis menambahkan perubahan harga jual komoditas perlu disikapi oleh para pedagang sesuai dengan koridornya agar tidak memberatkan finansial masyarakat dikarenakan mempengaruhi daya dan minat beli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....