Tari Gelombang Dua Belas Warisan Budaya dari Pesisir Selatan

  • 17 Mar 2025 13:16 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN RRI Bukittinggi : Sumatra Barat memiliki berbagai jenis tarian tradisional yang sarat akan makna dan nilai budaya. Salah satu tarian khas dari Nagari Talaok, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan adalah Tari Gelombang Dua Belas. Tarian ini merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh Pandeka Tangguak pada tahun 1926 dan memiliki 12 penari laki-laki dewasa.

Tari Gelombang Dua Belas lahir dari semangat budaya Minangkabau yang kental dengan unsur silat dan nilai kebersamaan. Dalam tarian ini, dua belas penari bergerak secara harmonis, mencerminkan persatuan, kedisiplinan, dan kegagahan para pemuda Minang.

Makna di balik nama "Gelombang Dua Belas" sendiri mencerminkan kekuatan dan ketangguhan, seperti ombak yang bergelombang di lautan Pesisir Selatan, serta kebersamaan dalam kelompok yang terdiri dari 12 orang.

Tari ini mengadaptasi gerakan dari pencak silat, yang merupakan seni bela diri khas Minangkabau. Gerakannya menggambarkan kekompakan dan keteraturan, seperti:

Gerakan berbaris dan berputar melambangkan kebersamaan dan kekuatan kelompok.

Langkah-langkah silat yang tegas menggambarkan keberanian dan ketangkasan.

Formasi dinamis yang menyerupai ombak, menunjukkan keselarasan gerak dan disiplin para penari.

Keindahan tarian ini terletak pada koordinasi gerakan yang seragam, sehingga menghasilkan gelombang yang terlihat seirama dan memukau.

Para penari dalam Tari Gelombang Dua Belas mengenakan pakaian silat khas Minangkabau yang serba hitam, terdiri dari:

Baju Teluk Belanga merupakan Baju khas Minang yang sederhana tetapi elegan.

Celana Gelembong (Celana Besar) yang melambangkan kebebasan gerak dalam seni bela diri.

Deta Segi Tiga merupakan Ikat kepala khas Minangkabau yang menandakan keteguhan dan kebanggaan budaya.

Warna hitam dalam pakaian ini melambangkan keteguhan, keberanian, dan kewibawaan, yang menjadi nilai utama dalam budaya Minangkabau.

Tari Gelombang Dua Belas bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga mencerminkan nilai budaya, persatuan, dan kedisiplinan dalam masyarakat Minangkabau. Dengan gerakan yang terinspirasi dari silat dan ombak laut, tarian ini menjadi simbol kekuatan dan keharmonisan.

Sebagai bagian dari warisan budaya Pesisir Selatan, Tari Gelombang Dua Belas perlu terus dilestarikan agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi muda serta masyarakat luas. (ER)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....