Hari Perdana Masuk Kantor, Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis Melangkah di Pasar

  • 24 Feb 2025 15:15 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan ketersediaan sumber pangan, bahan pokok dan pangan olahan yang di pasaran selama bulan suci Ramadhan 1446 hijriah 2025 masehi dalam kondisi cukup untuk menjawab kebutuhan harian masyarakat.

Hal demikian disampaikan Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis usai melakukan pemantauan harga sembako dan produk pangan olahan di Pasar Bawah, Senin (24/2/2025). Kepada RRI dirinya mengatakan pihaknya berdialog dengan para pedagang sehingga diperoleh informasi untuk ketersediaan produk kebutuhan pokok rumah tangga kondisinya aman untuk menjawab permintaan konsumen hingga tiga pekan kedepan.

Dikatakan, berdasarkan kondisi itu maka diprediksi stabilitas pangan juga akan tetap stabil. Namun, Pemerintah Kota Bukittinggi tidak menutup mata terhadap tingkat daya beli atau animo jual beli di pasar mengalami penurunan.

Pemerintah Kota Bukittinggi optimis selama bulan Ramadhan dan idul fitri mendatang kestabilan harga komoditas harian terhadap produk kebutuhan pokok rumah tangga mempengaruhi peningkatan daya beli masyarakat.

“jadi, setelah kami bersama OPD terkait melakukan pemantauan harga pangan dan pangan olahan. Kami berdialog dengan para pedagang, ketersediaan sumber pangan masih aman untuk bulan Ramadhan dan idul fitri. Kita memprediksi kestabilan pangan ini dapat hingga 3 pekan kedepan. Tapi, kita tidak menutup mata dari kenyataan bahwa tingkat daya beli masyarakat memang menurun, kita berharap selama bulan Ramadhan dan idul fitri kondisi ini masih stabil dan animo masyarakat untuk berbelanja ke pasar meningkat,” ujarnya

Yanti, salah seorang pedagang Pasar Bawah Bukittinggi ketika dimintai keterangan pers tentang harga sembako

Yanti, warga Panampuang, salah seorang pedagang di Pasar Bawah Bukittinggi menyebutkan dirinya hari ini menjual cabai merah di harga eceran senilai Rp 48.000/kg. sedangkan, bawang merah dengan ukuran besar dijual dengan harga Rp 35.000/kg.

Ia menjual bawang putih impor dengan harga Rp 42.000/kg, angka itu lebih kecil jika dibandingkan dengan harga jual bawang putih local yakni Rp 70.000/kg.

Dirinya akui beberapa hari menjelang masuknya bulan Ramadhan ini terjadi penurunan harga cabai merah dan bawang merah, sedangkan harga bawang putih mengalami kenaikan dari harga sebelumnya.

“kalau kini ko harga lado jo bawang merah turun, kalau bawang putiah yang naik. Tapi, jikok dibandiangkan di tahun kapatang-kapatang ko, katiko ka masuak bulan puaso memang babeda jo kini. Kalau dulu memang tajadi kenaikan harago manjalang puaso, tapi kini lai stabil se,” sebutnya

Dari data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi untuk Senin (24/2/2025) terhadap harga eceran barang kebutuhan pokok yang diinput oleh contributor dari 3 pedagang terinci atas beras medium anak daro (Rp 16.000, Rp 16.000, Rp 16.000/kg), beras sokan ( Rp 15.500, Rp 15.500, Rp 15.500/kg), beras premium kuriak kusuik ( Rp 17.500, Rp 17.500, Rp 17.500/kg). kedelai lokal (Rp 15.000, Rp 15.000, Rp 15.000), kedelai impor ( Rp 16.000, Rp 16.000, Rp 16.000/kg), cabai merah keriting ( Rp 52.000, Rp. 52.000, Rp 52.000/kg), Cabai rawit hijau ( Rp 58.000, Rp 58.000, Rp 59.000/kg), bawang merah ( Rp 30.000, Rp 31.000, Rp 31.000/kg), gula pasir curah ( Rp 18.000, Rp 18.500, Rp 18.500/kg), gula pasir kemasan ( Rp 23.000, Rp 23.000, Rp 23.000/kg), minyak goreng curah (Rp 16.500, Rp 16.500, Rp 17.500/liter), minyak goring premium ( Rp 21.000, Rp 22.000, Rp 22.100/liter), minyak goreng minyakita ( Rp 17.000, Rp 17.000, Rp 17.500/liter), tepung terigu (Rp 13.000, Rp 13.000, Rp 13.000/kg). bahan pokok peternakan dan perikanan terhadap daging ayam ras (Rp 38.000, Rp 39.000, Rp 39.000), telur ayam ras (Rp 27.000, Rp 29.000, Rp 29.000), daging sapi ( Rp 150.000, Rp 150.000, Rp 150.000/kg), ikan kembung ( Rp 65.000, Rp 67.000, Rp 67.000/kg), ikan tongkol/tuna/cakalang (Rp 50.000, Rp 52.000, Rp 52.000/kg). udang segar (Rp 95.000, Rp 100.000, Rp 95.000/kg), tempe kedelai (Rp 19.000, Rp 20.000, Rp 20.000/kg), tahu mentah putih ( Rp 10.000, Rp 11.000, Rp 12.000), bawang putih ( Rp 40.000, Rp 42.000, Rp 42.000/kg), bawang Bombay (Rp 33.000, Rp 35.000, Rp 35.000/kg), kentang (Rp 16.000, Rp 18.000, Rp 20.000/kg). ayam kampung (Rp 86.000, Rp 87.000, Rp 87.000/ekor), telur ayam kampung ( Rp 56.000, Rp 58.000, Rp 58.000/kg)

Diketahui, Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis melakukan pemantauan harga pangan dan pangan olahan di Pasar Simpang Aur dan Pasar Bawah ini didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Al Amin, Staf Ahli Walikota Bukittinggi, Ade Mulyani, Asisten II Setdako Bukittinggi Rismal Hadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bukittinggi Wahyu Bestari, Kabid Pasar Zulwerdi, Kasatpol PP Kota Bukittinggi Joni Feri,Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Bukittinggi Aprilia Susanti, Kepala BPS Bukittinggi Abdi Gunawan, dan rombongan beserta awak media.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....