Festival Haji Agus Salim Merayakan Sejarah Menginspirasi Generasi
- 19 Okt 2024 22:32 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Agam: Festival Haji Agus Salim 2024, yang digelar di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat bukan sekadar acara peringatan, melainkan sebuah upaya yang penuh makna untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Pada era di mana nilai-nilai kebangsaan sering kali terabaikan, panitia acara berkomitmen untuk mengingatkan pemuda akan pentingnya sejarah dan perjuangan para pahlawan bangsa. Haji Agus Salim, yang dikenal sebagai tokoh intelektual dan pejuang kemerdekaan, menjadi simbol bagi generasi yang diharapkan bisa melanjutkan cita-cita dan semangat perjuangan.
Acara ini diinisiasi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Nagari Koto Gadang, Ketua Pokdarwis Koto Gadang, Jurian Andika, Sabtu (19/10/2024) menerangkan event yang bertajuk The Grand Old Man ini akan dilaksanakan selama sebulan lamanya, dimulai pada 20 Oktober 2024 hingga 23 November 2024.
“Festival ini dibuka di Koto Gadang, tempat kelahiran Haji Agus Salim, dan akan ditutup di Jakarta. Selama acara, pengunjung dapat menikmati pameran "Cerita dalam Gambar" yang digelar di Gedung Bawah, bangunan bersejarah tempat Haji Agus Salim sering berdiskusi saat berkunjung ke kampung halamannya. Pameran ini menampilkan foto-foto bersejarah dan dokumen visual yang menggambarkan perjalanan hidup Haji Agus Salim,” terangnya dengan antusias.
Pengunjung juga dapat menjelajahi peta kawasan pusaka Koto Gadang, yang mencakup berbagai lokasi penting, seperti rumah kelahiran Haji Agus Salim dan rumah-rumah keluarganya. Event ini dapat diikuti dalam Tur Jalan Kaki Napak Tilas Haji Agus Salim pada Minggu, 27 Oktober 2024 dan 3, 10 November 2024.
“Kami ingin menghidupkan kembali ingatan akan jejak-jejak sejarah yang ada di Koto Gadang,” tambah Jurian.
Acara ini juga akan menampilkan pemutaran film "Moonrise Over Egypt," sebuah karya Indonesia yang diproduksi sekitar lima tahun lalu. Pemutaran film ini bertujuan memberikan perspektif baru mengenai sejarah dan kebudayaan Indonesia, dengan kapasitas maksimal 30 orang per sesi.

Melalui festival ini, diharapkan pemuda dapat memahami bahwa cinta tanah air tidak hanya diukur dari kata-kata, tetapi juga dari penghayatan terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang keras untuk mewujudkan Republik Indonesia. Dengan mengenali perjalanan hidup Haji Agus Salim, kedepannya mereka akan terinspirasi untuk menjaga dan merawat warisan yang telah ditinggalkan para pendahulu.
“Dengan mengenang jasa-jasa para pahlawan, panitia berharap pemuda semakin mencintai Indonesia, yang saat ini hanya perlu dijaga, bukan diperjuangkan seperti dahulu, khususnya sosok Haji Agus Salim, yang lahir pada 8 Oktober 1884 dan wafat pada 4 November 1954,” tegasnya.
Dengan semangat yang tinggi, panitia Festival Haji Agus Salim siap menyajikan pengalaman berharga yang tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga membangun masa depan generasi muda Indonesia. Festival ini bertujuan mengembalikan Koto Gadang sebagai nagari intelektual yang pernah dikenal luas.
Di sisi lain, Event ini tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai pemantik bagi masyarakat Koto Gadang untuk menggali potensi lokal. Dengan keinginan, acara ini dapat menjadi inspirasi untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya yang akan dikenal di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri.
“Kami berharap melalui festival ini, pemuda Koto Gadang dapat kembali ke panggung nasional dan bahkan internasional,” harap Jurian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....