Makna Tradisi THR Lebaran Bagi Masyarakat Indonesia

  • 10 Mar 2026 08:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya atau THR saat Lebaran telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kebiasaan ini tidak hanya berkaitan dengan uang, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya yang kuat.

THR awalnya dikenal sebagai tunjangan yang diberikan kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan. Namun dalam perkembangannya, istilah ini juga digunakan untuk menyebut kebiasaan berbagi uang kepada anak-anak, keluarga, atau kerabat saat Idul Fitri.

Bagi banyak keluarga, tradisi ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu, terutama oleh anak-anak. Pemberian THR sering dianggap sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang dari orang tua, paman, bibi, atau kerabat yang lebih tua.

Di balik kebahagiaan menerima amplop berisi uang, terdapat makna yang lebih dalam. Tradisi ini mencerminkan semangat berbagi rezeki dan rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Dalam perspektif sosial, THR juga memperkuat hubungan kekeluargaan. Saat Lebaran, keluarga biasanya berkumpul, saling berkunjung, dan berbagi kebahagiaan melalui berbagai cara, termasuk memberikan THR.

Tradisi ini juga mengajarkan nilai kepedulian kepada generasi muda. Orang tua sering memanfaatkan momen pemberian THR untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya berbagi dan menghargai pemberian orang lain.

Selain itu, pemberian THR juga memiliki makna religius. Dalam ajaran Islam, berbagi rezeki kepada sesama termasuk bentuk sedekah yang dianjurkan, terutama pada momen kebahagiaan seperti Idul Fitri. Karena itu, tradisi THR tidak hanya dipahami sebagai pemberian materi semata. Lebih dari itu, kebiasaan ini menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur dalam merayakan hari kemenangan.

Seiring perkembangan zaman, cara pemberian THR juga mulai berubah. Selain uang tunai dalam amplop, sebagian masyarakat kini menggunakan transfer digital atau dompet elektronik untuk berbagi THR. Meski bentuknya terus berkembang, makna dari tradisi tersebut tetap sama.

THR menjadi salah satu cara masyarakat Indonesia menjaga nilai kebersamaan dan saling berbagi dalam merayakan Idul Fitri. (UGP/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....