Cerita Unik Ramadan Dari Berbagai Negara yang Jarang Diketahui Orang

  • 08 Mar 2026 22:10 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bulan Ramadan dirayakan umat Muslim di berbagai negara dengan tradisi berbeda. Sebagian tradisi bahkan jarang diketahui oleh masyarakat luas. Di beberapa negara Timur Tengah, masyarakat menandai waktu berbuka dengan suara meriam. Tradisi ini dikenal sebagai iftar cannon yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Meriam ditembakkan saat matahari terbenam sebagai tanda waktu berbuka puasa. Dahulu cara ini digunakan sebelum masyarakat memiliki jam modern. Di Mesir, Ramadan identik dengan lampu warna-warni yang disebut fanous. Lampu tersebut menghiasi rumah, jalanan, dan masjid sepanjang bulan Ramadan.

Fanous telah menjadi simbol Ramadan sejak masa kerajaan Fatimiyah. Tradisi tersebut kemudian menyebar ke berbagai negara Muslim lainnya. Di Turki, masyarakat memiliki tradisi membangunkan sahur menggunakan tabuhan drum. Para penabuh drum berjalan mengelilingi permukiman warga pada dini hari.

Tradisi ini berasal dari masa Kekaisaran Ottoman dan masih bertahan hingga sekarang. Meski sudah ada alarm modern, masyarakat tetap melestarikannya. Di negara Teluk seperti Qatar dan Bahrain, anak-anak merayakan pertengahan Ramadan dengan tradisi khusus. Mereka berkeliling sambil bernyanyi untuk mengumpulkan permen dari tetangga.

Tradisi tersebut dikenal dengan nama Garangao atau Gargee’an. Kegiatan ini mempererat hubungan sosial masyarakat selama bulan Ramadan. Beragam tradisi unik ini menunjukkan kekayaan budaya umat Muslim di dunia. Meski berbeda cara merayakan, semangat kebersamaan Ramadan tetap sama. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....