Batu Apung Berkaitan dengan Zaman Nabi

  • 06 Mar 2026 09:39 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Batu apung yang berkaitan dengan zaman nabi, sering dikaitkan dengan narasi keajaiban geologis atau benda suci, seperti batu yang di yakini ringan dan terapung ( terkait kisah Al Qur'an ) atau batu pijakan seperti Hajar Aswad yang menurut beberapa riwayat bersejarah dapat mengapung di air. Benda ini lebih bersifat artefak.

Terdapat beberapa artefak batu bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan Nabi Muhamad SAW dan sering di bahas dalam sejarah Islam. diantaranya yaitu, Batu Sakhrah, yang diyakini sebagai tempat pijakan Nabi Muhamad SAW ketika hendak naik ke langit ketujuh dalam peristiwa Isra"Miraj di Masjidil Aqsa.

Batu yang di ganjal Malaikat di Taif, batu besar di Thaif yang diyakini di tahan atau di ganjal oleh Malaikat agar tidak menimpa Nabi Muhamad SAW saat beliau dilempari batu oleh penduduk Thaif. Bahkan sebuah batu hitam di sudut kakbah, yang diriwayatkan sebagai batu dari surga yang di bawa malaikat Jibril untuk Nabi Ibrahim.

Defenisi batu apung secara umum adalah, batuan beku ekstrusif yang terbentuk dari letusan gunung berapi, yang berongga karena pendinginan cepat. Batu ini banyak di temukan di wilayah vulkanik seperti lombok, Indonesia. Jika yang di maksud adalah kisah batu melayang atau batu yang tertahan di udara, maka narasi tersebut umumnya merujuk padabatu Sakhrah di Al Aqsa atau Batu pelindung di Taif, bukan secara spesifik batu apung.

Batu pijakan Nabi Muhamad SAW yang asli saat hendak melakukan Mi'raj adalah Sakhrah. Batu ini memiliki bentik yang tidak beraturan dan berada di dalam sebuah banguan berkubah emas segi delapan yang disebut, Qubbat As-Sakhrah, atau Kubah Batu. Kubah ini terletak di area kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem palestina. (EL/YPA)

Sumber berita : heral.id

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....