Pesona Tradisi Ramadan di Berbagai Daerah Indonesi
- 06 Mar 2026 08:22 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tradisi bulan Ramadan di Indonesia sangat beragam karena dipengaruhi oleh budaya dan adat masing-masing daerah. Masyarakat tidak hanya menjalankan ibadah puasa, tetapi juga melestarikan kebiasaan turun-temurun yang sudah ada sejak lama. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur, mempererat silaturahmi, serta menyambut datangnya bulan suci dengan penuh kegembiraan.
Di wilayah Aceh terdapat tradisi yang disebut meugang. Tradisi ini dilakukan beberapa hari sebelum Ramadan dengan cara memasak dan menyantap daging bersama keluarga. Masyarakat biasanya membeli daging sapi atau kambing untuk dimasak menjadi berbagai hidangan khas. Kegiatan ini menjadi momen berkumpul keluarga sebelum memasuki bulan puasa.
Di daerah Sumatera Barat, masyarakat Minangkabau memiliki tradisi malamang. Tradisi ini dilakukan dengan membuat makanan khas bernama lamang, yaitu beras ketan yang dimasak di dalam bambu bersama santan. Malamang biasanya dilakukan bersama keluarga atau masyarakat kampung sebagai bentuk kebersamaan menjelang Ramadan.
Sementara itu di Jawa Tengah terdapat tradisi dugderan yang menandai datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini biasanya diramaikan dengan pasar rakyat, arak-arakan budaya, serta bunyi bedug yang menjadi simbol dimulainya bulan puasa. Acara ini sering menarik perhatian masyarakat karena suasananya yang meriah dan penuh semangat.
| Baca juga: Ini Sejarah Masjid Tertua di Eropa |
Di wilayah Kalimantan Selatan, masyarakat Banjar memiliki tradisi baayun anak yang sering dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadan. Dalam tradisi ini, anak-anak diayun dalam ayunan sambil dibacakan doa dan syair keagamaan. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk doa agar anak tumbuh sehat, berakhlak baik, dan mendapatkan keberkahan di bulan suci Ramadan. (TW/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....