Hangatnya Kebersamaan Komunitas Muslim Internasional Selama Ramadan di Jepang
- 05 Mar 2026 08:33 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tokyo – Pelaksanaan ibadah Ramadan di Jepang menghadirkan suasana unik bagi umat Islam yang merupakan kelompok minoritas di negara tersebut. Meskipun berada di tengah lingkungan yang mayoritas tidak berpuasa, semangat ibadah tetap terasa hangat dan intim, terutama di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto.
Saat ini, jumlah umat Islam di Jepang diperkirakan telah mencapai ratusan ribu orang. Komunitas ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa internasional dan pekerja asing hingga warga lokal Jepang yang telah menjadi mualaf.
Tantangan utama bagi Muslim di Jepang adalah durasi puasa yang cukup panjang, berkisar antara 14 hingga 16 jam tergantung pada musimnya. Jika Ramadan jatuh pada musim panas, waktu berbuka bisa menjadi sangat larut karena matahari terbenam lebih lama dibandingkan waktu normal.
Untuk menjaga syiar dan semangat ibadah, beberapa masjid besar di Jepang menjadi pusat kegiatan utama, di antaranya:
Tokyo Camii: Masjid terbesar di Jepang yang selalu ramai dengan agenda buka bersama dan shalat Tarawih.
Osaka Ibaraki Mosque: Menjadi titik kumpul utama bagi komunitas Muslim di wilayah Kansai.
Kobe Mosque: Merupakan masjid tertua di Jepang yang juga aktif mengadakan berbagai rangkaian kegiatan Ramadan.
Di masjid-masjid tersebut, komunitas Muslim rutin menyelenggarakan berbagai aktivitas keagamaan seperti buka bersama (iftar), shalat Tarawih berjamaah, kajian Islam, hingga pengumpulan zakat dan sedekah. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga Muslim dari berbagai negara.
Terkait konsumsi pangan, komunitas Muslim biasanya memasak sendiri atau membeli di restoran halal karena ketersediaan bahan yang masih terbatas di beberapa daerah. Namun, di kota-kota besar kini sudah mulai menjamur restoran yang menyediakan hidangan khas Turki, Pakistan, Indonesia, hingga Timur Tengah.
| Baca juga: Ramadhan: Bulan Berbagi yang Penuh Makna |
Beberapa menu berbuka yang cukup populer di kalangan jamaah antara lain kurma impor, sup hangat, nasi biryani, hingga makanan khas dari negara asal masing-masing jamaah. Keberagaman kuliner ini menambah kekayaan budaya dalam setiap momen buka puasa bersama.
Walaupun Ramadan di Jepang tidak semeriah di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, suasananya dirasakan jauh lebih intim. Rasa persaudaraan yang kuat di antara komunitas Muslim internasional menjadikan ibadah di negeri sakura ini tetap berkesan dan penuh makna.
Eksistensi komunitas Muslim yang terus berkembang juga mulai meningkatkan kesadaran masyarakat lokal Jepang terhadap budaya Islam. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya fasilitas ramah Muslim yang tersedia di tempat-tempat umum dan pusat perbelanjaan di kota-kota besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....