Hal yang Dapat Menghapus, atau Mengurangi Pahala Puasa
- 02 Mar 2026 05:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa juga merupakan ibadah yang menuntut pengendalian diri, menjaga perilaku, serta membersihkan hati dari hal-hal yang tidak baik. Banyak orang mampu menahan lapar, tetapi lupa menjaga lisan, sikap, dan perbuatan. Padahal, ada beberapa hal yang dapat menghapus atau mengurangi pahala puasa.
Rasulullah telah mengingatkan bahwa seseorang bisa saja berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad, beliau bersabda:
"Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga." (HR. Ibnu Majah).
Berikut beberapa perbuatan yang dapat menghapus atau mengurangi pahala puasa:
1. Berkata Dusta
Berbohong merupakan perbuatan yang sangat dibenci dalam Islam. Saat seseorang berpuasa tetapi masih berkata dusta, maka nilai puasanya menjadi berkurang.
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah tidak membutuhkan orang yang meninggalkan makan dan minum tetapi tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk.
Puasa sejatinya melatih kejujuran dan integritas dalam diri seseorang.
2. Ghibah (Menggunjing Orang Lain)
Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain adalah dosa yang sering terjadi tanpa disadari. Ketika seseorang menggunjing orang lain saat berpuasa, pahala puasanya dapat berkurang bahkan hilang.
Dalam Al-Qur'an, Allah mengibaratkan ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia (QS. Al-Hujurat: 12). Gambaran ini menunjukkan betapa beratnya dosa tersebut.
3. Fitnah dan Adu Domba
Menyebarkan kabar yang tidak benar atau memprovokasi orang lain juga termasuk perbuatan yang merusak pahala puasa. Di era media sosial, fitnah dapat tersebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam berbicara maupun menulis.
4. Marah dan Berkata Kasar
Puasa juga melatih kesabaran. Ketika seseorang mudah marah, berkata kasar, atau menghina orang lain, maka pahala puasanya akan berkurang.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ketika seseorang diajak bertengkar saat berpuasa, hendaknya ia mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”
Hal ini menunjukkan bahwa puasa adalah latihan pengendalian emosi.
5. Melihat Hal yang Diharamkan
Menjaga pandangan juga menjadi bagian penting dalam puasa. Melihat hal-hal yang diharamkan dapat mengurangi nilai ibadah puasa karena puasa bukan hanya menahan perut, tetapi juga menahan seluruh anggota tubuh dari dosa.
6. Mendengarkan Hal yang Buruk
Selain menjaga pandangan, telinga juga perlu dijaga. Mendengarkan gosip, fitnah, atau pembicaraan yang mengarah pada dosa dapat merusak kesucian puasa.
7. Perbuatan Maksiat
Segala bentuk maksiat seperti mencuri, menipu, menyakiti orang lain, atau melakukan kezaliman juga dapat menghilangkan pahala puasa. Puasa seharusnya menjadikan seseorang lebih bertakwa dan berakhlak baik.
Puasa bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga ibadah yang melibatkan hati, pikiran, dan perilaku. Menahan lapar dan haus hanyalah sebagian kecil dari makna puasa yang sesungguhnya. Oleh karena itu, selama menjalankan ibadah puasa, seorang Muslim dianjurkan untuk menjaga lisan, pandangan, pendengaran, serta perilaku agar pahala puasanya tetap terjaga. (ZH/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....