Hati Lebih Tenang Saat Puasa, Kok Bisa?
- 26 Feb 2026 08:42 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Puasa sering dirasain bukan cuma bikin badan lebih ringan, tapi juga hati jadi lebih tenang. Saat puasa, kita belajar berhenti sejenak dari kebiasaan impulsif, termasuk soal emosi dan pikiran. Proses menahan diri ini ternyata punya dampak positif buat kesehatan mental.
Secara ilmiah, puasa membantu menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, Health & Aging menyebutkan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan regulasi emosi dan kejernihan pikiran. Inilah alasan kenapa banyak orang merasa lebih fokus dan kalem saat berpuasa.
Selain faktor hormon, puasa juga memberi ruang untuk refleksi diri. Ketika rutinitas makan dan distraksi berkurang, otak punya waktu untuk “bernapas”. Menurut WHO, praktik reflektif seperti mindfulness terbukti membantu menurunkan tingkat kecemasan dan stres.
Puasa juga erat kaitannya dengan kontrol diri dan kesabaran. Kemampuan mengendalikan keinginan sederhana, seperti lapar dan haus, ternyata berdampak besar pada kestabilan emosi. Nggak heran kalau puasa sering dianggap sebagai latihan mental yang efektif.
Pada akhirnya, puasa bukan cuma soal ibadah atau pola makan, tapi juga tentang merawat kesehatan jiwa. Dengan puasa, kita diajak lebih sadar pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kalau dijalani dengan niat dan pola hidup seimbang, puasa bisa jadi momen healing paling sederhana tapi bermakna. (AMP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....