Puasa, dan Detoks Alami Tubuh, Mitos atau Fakta?
- 26 Feb 2026 08:40 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang bilang puasa itu bikin tubuh “bersih” dari racun, tapi sebenarnya ceritanya nggak sesederhana itu. Tubuh kita sejak awal sudah punya sistem detoks sendiri lewat hati, ginjal, dan usus. Puasa lebih mirip tombol pause buat pencernaan, bukan sapu ajaib yang langsung beresin semuanya.
Menariknya, saat puasa tubuh masuk ke proses yang disebut autofagi, yaitu kondisi di mana sel-sel lama dan rusak dibersihkan secara alami. Proses ini biasanya mulai aktif setelah sekitar 12–16 jam tubuh nggak dapat asupan energi. Jadi, tanpa disadari, puasa membantu tubuh kerja lebih rapi dari dalam.
Selain itu, kadar insulin saat puasa cenderung turun, dan ini bikin tubuh lebih gampang membakar lemak. Beberapa penelitian juga menunjukkan puasa bisa membantu memperbaiki metabolisme dan sensitivitas insulin. Tapi catatannya, manfaat ini lebih terasa kalau pola makannya tetap seimbang.
Di sisi lain, puasa juga sering disalahpahami sebagai jalan pintas hidup sehat. Kalau sahur dan buka malah balas dendam makan berlebihan, efek positifnya bisa hilang. Puasa tetap butuh ditemani makanan bergizi, minum cukup, dan istirahat yang oke.
Jadi, puasa dan detoks itu bukan mitos, tapi juga bukan klaim berlebihan yang harus dipercaya mentah-mentah. Puasa membantu mengoptimalkan sistem alami tubuh yang sebenarnya sudah pintar menjaga diri. Kalau dijalani dengan sadar, puasa bisa jadi momen menyehatkan tubuh sekaligus menenangkan pikiran. (AMP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....