Shalat Tarawih Pertama di Bukittinggi Berlangsung Khidmat

  • 20 Feb 2026 11:34 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Pelaksanaan ibadah shalat tarawih pertama di Kota Bukittinggi berlangsung dengan sangat khidmat. Masyarakat tampak antusias datang berbondong-bondong memadati masjid dan mushala untuk memulai rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Momentum tarawih perdana ini menjadi sangat istimewa bagi umat Islam karena menandai dimulainya bulan yang paling dinanti di seluruh dunia. Suasana religius menyelimuti kota sejak waktu isya masuk pada hari Senin, 23 Februari 2026.

Ramadan bukan hanya sekadar tentang menahan lapar dan dahaga bagi para pemeluknya. Ibadah ini merupakan momentum penting untuk memperbaiki kualitas diri serta memperkuat rasa kebersamaan antar sesama anggota masyarakat.

“Semangat kebersamaan ini diharapkan tetap terjalin erat meskipun nanti bulan Ramadan telah usai,” tulis laporan tersebut. Jamaah dari berbagai kalangan usia terlihat mengisi setiap barisan shaf dengan penuh semangat dan disiplin.

Pelaksanaan shalat tarawih secara keseluruhan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala teknis yang berarti. Para jamaah mengikuti setiap rakaat shalat dengan penuh kekhusyukan di bawah bimbingan imam masjid setempat.

Suasana haru sempat menyelimuti ruang ibadah saat imam membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang bertemakan ampunan Allah SWT. Sebagian jamaah bahkan terlihat meneteskan air mata karena larut dalam makna mendalam dari ayat yang dilantunkan.

Setelah rangkaian shalat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang panjang untuk memohon keberkahan selama sebulan penuh. Masyarakat berharap Ramadan tahun ini dapat memberikan kedamaian dan kesejahteraan bagi keluarga mereka.

Antusiasme warga Bukittinggi yang sangat tinggi ini mencerminkan kuatnya nilai-nilai spiritualitas di tengah masyarakat kota. Pengurus masjid pun telah menyiapkan berbagai agenda dakwah untuk menyemarakkan malam-malam Ramadan berikutnya.

Melalui ibadah tarawih pertama ini, warga diajak untuk kembali merenungkan esensi dari kerukunan dan kepedulian sosial. Hal ini sejalan dengan filosofi masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi nilai agama dan adat istiadat.

Keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi masjid juga terjaga dengan baik berkat koordinasi antara warga dan petugas setempat. Kelancaran ibadah malam pertama ini menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan rangkaian ibadah lainnya di hari-hari mendatang.

Diharapkan kekhusyukan ini terus terjaga hingga akhir bulan suci nanti. Kehangatan spiritualitas di Kota Bukittinggi menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat identitas kota sebagai destinasi religi di Sumatera Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....