Tradisi Potang Balimau Meriahkan jelang Ramadan di Lima Puluh Kota
- 20 Feb 2026 11:10 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Lima Puluh Kota – Berbagai kegiatan tradisi dilaksanakan di setiap daerah di Sumatera Barat dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Salah satunya adalah tradisi mandi balimau yang dilaksanakan oleh masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota sehari menjelang puasa.
Balimau merupakan tradisi mandi menggunakan perasan jeruk nipis yang dicampur dengan aneka kembang atau bunga rampai. Di kalangan masyarakat Minangkabau, tradisi ini biasanya dilakukan di kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai atau tempat pemandian umum.
Warisan budaya ini dipercaya telah berlangsung secara turun-temurun selama berabad-abad sebagai simbol pembersihan diri. Hingga saat ini, Sumatera Barat masih memiliki berbagai macam tradisi yang tetap hidup dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Khusus di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, masyarakat memiliki sebutan khusus untuk tradisi ini, yaitu Potang Balimau. Kata "Potang" dalam bahasa setempat berarti petang atau sore hari, merujuk pada waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Potang Balimau adalah kegiatan mensucikan diri dengan menyiramkan tubuh menggunakan perasan air jeruk nipis di sore hari,” tulis laporan tersebut. Air jeruk nipis yang dicampur bunga rampai memberikan aroma wangi khas yang menyegarkan tubuh sebelum memasuki bulan puasa.
Aliran sungai di Lima Puluh Kota mendadak menjadi lautan manusia saat acara Potang Balimau berlangsung pada hari Senin, 23 Februari 2026. Ribuan warga berkumpul untuk merayakan kegembiraan menyambut bulan yang penuh berkah.
Keseruan acara tidak hanya sebatas mandi bersama, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan menarik di atas sungai. Salah satu yang paling dinantikan adalah pertandingan sampan hias yang menampilkan kreativitas warga antar jorong.
Selain itu, panitia juga menyelenggarakan lomba pacu sampan yang diikuti oleh para pemuda hingga kalangan orang tua. Para peserta tampak sangat bersemangat memacu dayung demi memenangkan perlombaan tahunan yang bergengsi tersebut.
Kemeriahan Potang Balimau menjadi magnet bagi wisatawan lokal untuk datang dan menyaksikan langsung kearifan lokal masyarakat Pangkalan. Atmosfer kebersamaan sangat terasa saat masyarakat saling berinteraksi di sepanjang tepian sungai.
Tradisi ini dianggap sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi antar warga sebelum melaksanakan ibadah puasa secara khusyuk. Dengan hati yang bersih dan tubuh yang segar, masyarakat siap menyambut Ramadan dengan penuh sukacita.
Pelestarian tradisi Potang Balimau diharapkan dapat terus terjaga sebagai identitas budaya asli Kabupaten Lima Puluh Kota. Pemerintah daerah setempat pun terus mendukung kegiatan ini sebagai salah satu agenda wisata religi unggulan daerah.
sumber berita: anataranews .com
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....