Kenapa Tubuh Kita Sering Terasa Berbeda saat Puasa
- 11 Feb 2026 09:39 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi- Saat menjalani puasa Ramadan, banyak orang merasakan tubuhnya berubah, baik secara fisik maupun emosional. Ini bukan sekadar “perasaan”, tetapi bagian dari reaksi alami tubuh terhadap perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas harian yang terjadi selama bulan puasa.
Ketika kita berpuasa dari fajar hingga maghrib tanpa makan dan minum, tubuh mulai menyesuaikan cara mendapat energi. Pada awalnya, badan mungkin terasa lemas atau cepat lapar karena masih menunggu makanan sebagai sumber energi utama. Namun setelah beberapa hari, tubuh mulai memakai cadangan energi seperti lemak tubuh, sehingga rasa lapar bisa berkurang dan energi terasa lebih stabil.
Perubahan pola makan ini juga berdampak pada sistem pencernaan. Saat sahur dan berbuka, sistem pencernaan bekerja dengan intens karena menerima makanan setelah lama kosong. Itulah sebabnya banyak orang merasakan tubuh “berbunyi”, kembung ringan, atau perubahan pola BAB pada awal Ramadan karna tubuh sebenarnya sedang menyesuaikan ritme makan yang baru.
Selain fisik, perubahan ini kadang juga memengaruhi kesehatan mental dan suasana hati. Kebiasaan menunda makan dan berfokus pada ibadah sering membuat sebagian orang merasa lebih tenang, reflektif, atau peka terhadap lingkungan. Ini dipengaruhi oleh hormon dan neurotransmitter dalam otak yang berubah pola aktivitasnya selama periode puasa.(STP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....