Kenapa Ramadan Selalu Terasa Berbeda Setiap Tahunnya

  • 11 Feb 2026 09:27 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bulan Ramadan memang datang setiap tahun, tapi terasa berbeda dan unik. Tidak hanya soal ibadah puasa, tetapi pengalaman, suasana, dan kehidupan kita saat itu ikut memengaruhi bagaimana kita merasakan bulan suci ini.

Pertama, Ramadan tidak pernah jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun jika dilihat dari kalender Masehi. Ini karena penetapan awal Ramadan berdasarkan kalender Hijriah yang didasarkan pada perputaran Bulan. Maka Ramadan bisa terjadi di musim panas atau musim hujan, dan itu membuat pengalaman puasa terasa beda dari satu tahun ke tahun lain.

Selain itu, studi psikologi menunjukkan bahwa perasaan tahunan seperti Ramadan atau perayaan besar sering terasa “datang lebih cepat” atau berbeda dari tahun ke tahun karena persepsi waktu, perhatian, dan pengalaman emosional kita terhadap event itu sendiri. Penelitian menemukan bahwa orang yang lebih menikmati suatu acara atau sering memperhatikan waktu cenderung merasa event itu terasa tiba lebih cepat.

Pengalaman Ramadan juga dipengaruhi oleh kondisi hidup yang berubah — misalnya keadaan sosial, pandemi, suasana keluarga, pekerjaan, atau perubahan tanggung jawab. Saat kehidupan sedang padat, banyak orang merasa Ramadan berlalu cepat dan terasa “kurang seru” dibanding masa kecil. Fenomena ini juga dijelaskan dari sudut pandang psikologis sebagai hasil perubahan persepsi waktu seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup.

Karena itu, Ramadan terasa berbeda setiap tahun bukan hanya soal ritual puasa atau waktu dalam kalender. Pengalaman itu juga dibentuk oleh bagaimana kita hidup di tahun tersebut, suasana di sekitar kita, dan bagaimana kita memperhatikan momen tersebut. (STP)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....