Ciri-Ciri Alam Munculnya Malam Lailatul Qadar
- 22 Mar 2025 20:23 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam meyakini bahwa malam ini adalah waktu diturunkannya Al-Qur’an dan penuh keberkahan. Untuk menemukannya, ada beberapa tanda-tanda alam yang bisa diamati dan dirasakan.
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar
Salah satu ciri malam Lailatul Qadar adalah suasana langit yang cerah tanpa mendung. Tidak ada badai atau hujan deras, dan udara terasa lebih sejuk serta nyaman.
Pada malam Lailatul Qadar, suhu udara terasa sejuk, tidak terlalu panas atau dingin. Umat Islam yang beribadah pada malam itu akan merasakan ketenangan dan kesejukan yang berbeda dari malam biasanya.
“Ada tanda-tandanya. Salah satunya, tidak dalam keadaan hujan. Tidak dalam keadaan hujan, dan ia merasakan tenang untuk ibadah itu. Tidak hujan dan tidak panas,” KH. Abdul Muiz Ali, wakil sekretaris komisi fatwa MUI pusat.
Malam ini seringkali terasa lebih tenang dari biasanya. Suara binatang malam, seperti jangkrik dan anjing, lebih sedikit terdengar. Suasana ini membawa ketenangan bagi orang yang beribadah.
Pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit dengan cahaya lembut, tidak terlalu menyilaukan, dan berwarna putih kemerahan. Fenomena ini menjadi tanda yang disebutkan dalam beberapa HR. Muslim.
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).
Selain tanda-tanda alam, tanda batin juga bisa dirasakan. Orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar sering merasa lebih khusyuk, damai, dan dekat dengan Allah. Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suhu yang stabil, tidak panas atau dingin. Hal ini membuat suasana lebih nyaman bagi mereka yang beribadah. Orang yang beribadah di malam tersebut sering merasakan ketenangan jiwa, kemudahan dalam berdoa, dan peningkatan keimanan yang luar biasa.
Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya di malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan istighfar pada malam-malam tersebut dengan mengharap pahala dari Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....