Dugaan Penggelembungan Suara, Ini Kata Ketua KPU Bukittinggi
- 15 Feb 2024 21:04 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Masyarakat dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang menunjukkan penggelembungan suara untuk calon Presiden nomor urut 02, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Kelurahan Campago Ipuh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi, pada Kamis 15 Februari 2024.
Dalam video berdurasi 2 menit 07 detik tersebut, terlihat rekapitulasi hasil penghitungan suara pilpres berbasis aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU, yang sangat berbeda dengan hasil rekap manual C1 dari TPS. Pasangan Capres 02 tiba-tiba mengalami lonjakan suara dari 41 menjadi 841, dengan selisih lebih dari 800 suara.
Hasil rekapitulasi manual dari TPS 13 menunjukkan bahwa pasangan Capres 01 memperoleh suara tertinggi, yaitu 146 suara, diikuti oleh Capres 02 dengan 41 suara, dan Capres 03 dengan 4 suara.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua KPU Kota Bukittinggi, Satria Putra mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan dan supervisi terhadap dugaan kesalahan yang terjadi.
“Hal ini menjadi perhatian serius karena adanya indikasi bahwa rekapitulasi melalui aplikasi Sirekap KPU, tidak sesuai dan cenderung menguntungkan salah satu calon Presiden,” sebutnya.
Menurut Satria Putra, aplikasi Sirekap merupakan alat bantu, kemungkinan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di TPS 13 Kelurahan Campago Ipuh salah ketik atau input.
Satria Putra menambahkan, pada Sabtu 17 Februari 2024 besok akan dilaksanakan rekapitulasi dan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 di tingkat kecamatan, apabila ada kekeliruan saat rekapitulasi di tingkat TPS oleh KPPS akan diperbaiki. (YPA, Foto : Istimewa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....