SARGA.CO Sukses Gelar IHR II di Payakumbuh

  • 29 Sep 2025 05:26 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Payakumbuh: SARGA.CO sukses menggelar event Pacu Kuda tingkat nasional Indonesia's Horse Racing (IHR) Cup II, di Lapangan Pacuan Kuda Kubu Gadang, Payakumbuh, Minggu (28/9/2025).

Event ini dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Aryo Purnomo Santosa Djojohadikusumo.

Event Pacu Kuda yang untuk pertama kalinya digelar SARGO.CO diluar pulau Jawa itu, sukses memukau puluhan ribu penonton, warga tumpah ruah menyaksikan langsung kejuaraan nasional bergengsi yang menghadirkan 67 kuda dari berbagai daerah, dan terbagi dalam 13 kelas, dengan total hadiah Rp425 juta.

Selama dua hari penyelenggaraan, Indonesia’s Horse Racing Cup II dan Sarga Festival mampu menarik lebih dari 55 ribu penonton. Meski diguyur hujan, sekitar 40 ribu orang memadati Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang.

Sementara sehari sebelumnya pada Sabtu (27/9/2025), Sarga Festival di Universitas Andalas Payakumbuh, juga dihadiri sekitar 15 ribu pengunjung.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Aryo Purnomo Santosa Djojohadikusumo, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir untuk menyaksikan event Pacu Kuda yang digelar SARGA.CO di Kota Payakumbuh.

“Ini di luar dugaan kami. Banyak penonton bahkan datang dari Provinsi Riau dan Jambi. Ini membuktikan pacu kuda punya basis penggemar kuat di luar Jawa,” ujarnya.

Aryo Djojohadikusumo menyebutkan, Sumbar memiliki delapan gelanggang pacu aktif, terbanyak di Indonesia, sehingga layak jadi panggung penting, bahkan tuan rumah event internasional.

"Kita segera upayakan lapangan bertaraf internasional di Sumatera Barat. Saat ini gelanggang pacu kuda yang mendekati spesifikasinya baru di Kota Sawahlunto," ulasnya.

Menurut Aryo Djojohadikusumo, dibutuhkan panjang lintasan minimal 1.400 meter dengan lebar minimal start untuk 16 ekor kuda, untuk dapat dinyatakan layak sebagai gelanggang bertaraf internasional.

"Sawahlunto sudah memiliki panjang lintasan memadai, namun belum untuk lebar. Ditambah lagi dibutuhkan fasilitas pendukung seperti transportasi dan penginapan," tuturnya.

Aryo Djojohadikusumo mengungkapkan, saat ini PP PORDASI telah menindaklanjuti lapangan baru di Kota Padang di sekitar Lapangan Udara Tabiang.

"Perjanjian MOU dengan kementerian sudah pernah dilakukan, saat ini kita berusaha bekerjasama dengan TNI-AU untuk pengadaan lapangan di Tabiang, Padang, itu butuh waktu," katanya.

Sementara itu, Co-Founder & CEO SARGA.CO, Aseanto Oudang mengatakan, SARGA.CO mengaku terapresiasi dengan minat tinggi dari masyarakat Sumbar terhadap olahraga berkuda.

"Sekitar 40 ribu lebih warga datang meski dengan cuaca sedikit hujan. SARGA siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak manapun untuk kemajuan olahraga berkuda," sebutnya.

Aseanto Oudang menjelaskan, olahraga pacu kuda yang sudah menjadi tradisi turun temurun di Sumatera Barat, akan memberi kemudahan memfasilitasi kegiatan ini ke depannya.

"Kami diberitahu olahraga berkuda sudah ada sejak 1889 di Sumbar, yang kemudian di 1909 didirikan Gelanggang Kubu Gadang di Payakumbuh. Ini luar biasa," ujarnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pordasi Sumbar, Deri Asta, mengatakan, event ini bukan sekadar pacu kuda tradisional, melainkan pesta olahraga dan hiburan rakyat dengan atraksi Drogbogi, Horseback Archery, hingga pesta rakyat.

“Suksesnya penyelenggaraan ini, membuat tujuh daerah lain di Sumbar mengajukan diri jadi tuan rumah tahun depan,” ujarnya.

Hari ini sebut Deri Asta, kita dapat jatah pacu kuda berstandar taraf Nasional, Ini membuktikan jila pecinta kuda itu banyak sekali di Sumbar.

“Atas nama Pemprov dan Panitia Pelaksana kami ucapkan terimakasih kepada PP Pordasi, Sponsorship, Panitia yang sudah menjadikan pacu kuda Sumbar berstandar dengan baik. Ini bisa jadi acuan kita untuk jadi pacu kuda lainnya,” tukas Deri Asta.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta sangat terkesan dengan profesionalitas SARGA.CO, selaku promotor event Pacu Kuda, dan meminta promotor lain untuk belajar menyelenggarakan event kepada SARGA.CO.

“SARGA.CO sudah berpengalaman, hendaknya kita mengacu kepada mereka bagaimana mengelola sebuah perlombaan, bagaimana tertibnya acara hingga perihal keselamatan pengunjung,” jelasnya.

Zulmaeta menuturkan, antusiasme tinggi dari penonton meski cuaca hujan. bahkan ada yang berasal dari luar Provinsi Sumbar, untuk menyaksikan lomba taraf nasional ini.

“Ajang ini menjadi kehormatan besar, juga sekaligus membawa dampak ekonomi signifikan bagi UMKM dan sektor jasa di Kota Payakumbuh,” ungkapnya.

Zulmaeta menambahkan, pacu kuda bukan hanya lomba adu cepat, tapi juga simbol budaya dan sportivitas Minangkabau, dengan event ini, Payakumbuh kedepan siap menjadi pusat pacu kuda modern. (YPA/GZ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....