Bukittinggi Tuan Rumah 3 Cabor Porprov XVI, Ramlan: Bertanding Sehat Tanpa Titipan

  • 05 Okt 2026 14:08 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Kota Bukittinggi kembali menunjukkan kesiapannya menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Tidak hanya mengirimkan atlet untuk berjuang merebut medali, Bukittinggi juga dipercaya menjadi salah satu daerah tuan rumah tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Tiga cabang olahraga yang dipertandingkan di Kota Bukittinggi masing-masing Pickleball, Wushu, dan Sport Dance. Ketiganya resmi dibuka pada Senin (5/10/2026) oleh Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa yang didampingi sejumlah unsur terkait penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar.

Hadir dalam pembukaan tersebut Ketua KONI Kota Bukittinggi Hendra Hendramin, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bukittinggi Hendra Eka Putra,SH, serta Ketua Pengprov Indonesia Pickleball Federation (IPF) / PPI Sumatera Barat Drs. Tarmizi Mawardi Serta PIC Porprov XVI Sumbar di Bukittinggi Qoy

Momentum tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Bukittinggi. Sebab, kepercayaan sebagai tuan rumah bukan sekadar persoalan menyediakan arena pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan daerah dalam menyambut para atlet, pelatih, ofisial dan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Tiga cabor yang digelar di Bukittinggi juga memiliki jumlah peserta yang cukup besar.

Cabor Wushu diikuti oleh kontingen dari 14 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Sementara Pickleball diikuti 10 kabupaten/kota, dan Sport Dance yang berada di bawah naungan IODI juga diikuti 10 kabupaten/kota.

Kehadiran ratusan atlet dan ofisial dari berbagai daerah tersebut membuat Kota Bukittinggi semakin semarak. Atmosfer kompetisi terasa di sejumlah lokasi pertandingan, sekaligus menjadi ruang bertemunya para atlet muda Sumatera Barat untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang telah mereka persiapkan melalui latihan panjang.

Bagi Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias, penyelenggaraan Porprov di Sumatera Barat merupakan sebuah momentum yang sudah lama dinantikan.

Menurutnya, menjadi bagian dari penyelenggaraan Porprov merupakan sebuah kerinduan yang harus terus dijaga. Ia berharap ke depan berbagai ajang olahraga tingkat provinsi juga dapat kembali diselenggarakan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi daerah.

Ramlan menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak pernah lahir secara instan.

"Keberhasilan tanpa latihan itu bohong," tegasnya.

Menurut Ramlan, prestasi olahraga membutuhkan proses panjang. Di balik seorang atlet yang berdiri di podium dan menerima medali, terdapat kerja keras atlet, pelatih, pengurus organisasi olahraga serta dukungan pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan. Latihan yang disiplin, pendampingan pelatih, organisasi yang solid serta kompetisi yang sehat menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun prestasi olahraga.

Ramlan menilai, pembinaan yang dilakukan sejak dini akan membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet Sumatera Barat, termasuk atlet Kota Bukittinggi, untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Bukan hanya berhenti di Porprov, tetapi diharapkan mampu menembus Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga berbagai kejuaraan olahraga lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

"Ini bisa menghasilkan atlet berprestasi yang nantinya dapat mengikuti PON dan berbagai ajang olahraga lainnya," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi memiliki komitmen untuk mendukung perkembangan olahraga. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Di sisi lain, keberadaan KONI sebagai mitra pemerintah juga dinilai sangat penting. Sinergi antara pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pembinaan olahraga berjalan secara terarah dan berkesinambungan.

Ramlan menyebut, keberhasilan olahraga tidak bisa dibebankan hanya kepada atlet.

Ada organisasi yang harus bekerja, ada pelatih yang harus membina, ada orang tua yang memberikan dukungan, ada pemerintah yang memberikan fasilitas, serta ada KONI yang menjalankan fungsi pembinaan dan koordinasi.

"Sebagai pemerintah, kita mendukung. Kita mendukung pembinaan dan KONI merupakan mitra pemerintah," tegasnya.

Tekankan Pertandingan Bersih dan Sportif

Di tengah semangat kompetisi, Ramlan juga menyampaikan pesan yang cukup tegas kepada seluruh peserta Porprov XVI Sumbar yang bertanding di Kota Bukittinggi.

Ia meminta seluruh atlet bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran dan rasa persaudaraan.

Menurutnya, Porprov jangan hanya dipandang sebagai ajang mengejar medali. Lebih dari itu, perhelatan olahraga harus menjadi momentum mempererat silaturahmi antaratlet dan antardaerah di Sumatera Barat.

Karena itu, seluruh pertandingan harus berlangsung secara sehat dan fair play.

Ramlan bahkan secara tegas menyatakan tidak menginginkan adanya praktik "titipan" dalam pertandingan.

"Marilah bertanding secara sehat. Ini juga menjadi ajang silaturahmi," pesannya.

Ia menegaskan, prinsip pertandingan yang bersih tersebut berlaku bagi seluruh kontingen, termasuk atlet Kota Bukittinggi sendiri.

Artinya, tidak boleh ada perlakuan khusus hanya karena seorang atlet berasal dari daerah tuan rumah.

Ramlan meminta para juri dan perangkat pertandingan menjalankan tugas secara profesional, objektif dan berdasarkan kemampuan atlet di arena pertandingan.

Ia menekankan agar kemenangan benar-benar lahir dari perjuangan dan kemampuan, bukan karena faktor lain di luar pertandingan.

Bagi Ramlan, medali yang diraih melalui pertandingan yang jujur akan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi. Sebaliknya, kemenangan yang diperoleh dengan cara tidak sportif justru akan mencederai semangat olahraga itu sendiri.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Bukittinggi ingin menjadi tuan rumah yang baik, bukan hanya dalam penyediaan fasilitas dan pelayanan, tetapi juga dalam menjaga marwah pertandingan.

Bukittinggi, Rumah Persinggahan Atlet Sumbar

Dipercayanya Bukittinggi sebagai tuan rumah tiga cabor Porprov XVI Sumbar 2026 juga membawa dampak positif bagi kota wisata tersebut.

Kehadiran kontingen dari berbagai kabupaten dan kota membuat aktivitas olahraga sekaligus pariwisata semakin hidup. Para atlet, pelatih, ofisial dan pendamping yang datang tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan Kota Bukittinggi.

Kota yang dikenal dengan Jam Gadang tersebut kembali menjadi ruang pertemuan masyarakat Sumatera Barat melalui olahraga.

Semangat kompetisi berpadu dengan semangat persaudaraan. Atlet dari berbagai daerah datang sebagai lawan di arena, namun tetap menjadi saudara setelah pertandingan berakhir.

Inilah salah satu nilai penting yang ingin dibangun melalui Porprov.

Pertandingan boleh sengit. Persaingan boleh ketat. Setiap atlet tentu ingin menjadi yang terbaik. Namun, semuanya harus tetap berada dalam koridor sportivitas.

Bagi para atlet yang bertanding di tiga cabor di Bukittinggi, Porprov XVI Sumbar bukan sekadar tentang menang dan kalah. Ajang ini menjadi panggung untuk membuktikan hasil latihan, menguji mental bertanding, menambah pengalaman dan membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Sementara bagi Bukittinggi, menjadi tuan rumah tiga cabang olahraga merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kota ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dan kota sejarah, tetapi juga memiliki semangat besar dalam membangun prestasi olahraga.

Dengan dukungan pemerintah, KONI, pengurus cabor, pelatih, atlet dan masyarakat, penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar 2026 diharapkan berlangsung sukses, tertib dan melahirkan atlet-atlet terbaik yang kelak mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di panggung nasional.

Dari arena Porprov di Bukittinggi, semangat juang itu ditempa. Dari latihan yang panjang, prestasi dilahirkan. Dan dari pertandingan yang jujur, lahirlah juara yang benar-benar membanggakan.

Juga diacara tersebut dilakukan pertandingan Ganda Eksibisi PickLeball diikuti Walikota Bukittinggi, Ketua KONI Kota Bukittinggi, Pengurus KONI Sumbar serta Ketua Pengprov Indonesia Pickleball Federation (IPF) / PPI Sumatera Barat Drs. Tarmizi Mawardi. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....