TI Bukittinggi Menggelegar di Porprov XVI, Tiga Emas Sudah Dikantongi

  • 04 Okt 2026 19:21 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Perjuangan Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bukittinggi di arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 langsung menunjukkan taringnya.

Baru memasuki dua hari pertandingan, para taekwondoin Bukittinggi telah mengumpulkan tujuh keping medali, terdiri dari 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Capaian tersebut menjadi torehan luar biasa sekaligus memperlihatkan konsistensi atlet TI Kota Bukittinggi dalam menghadapi persaingan ketat dengan para taekwondoin terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Tidak hanya sekadar menambah angka dalam klasemen perolehan medali, tujuh medali tersebut merupakan hasil perjuangan atlet-atlet Bukittinggi yang tampil dengan mental bertanding tinggi, keberanian, disiplin dan tekad kuat untuk membawa nama daerah ke podium tertinggi.

Hari Pertama Langsung Tancap Gas

Pada hari pertama pertandingan, Sabtu, 3 Oktober 2026, TI Kota Bukittinggi langsung menunjukkan performa menjanjikan dengan mengamankan dua medali emas.

Medali emas pertama dipersembahkan Mila Dalyati pada nomor Poomsae Freestyle Putri. Penampilan Mila menjadi pembuka manis bagi perjuangan kontingen TI Bukittinggi di Porprov XVI Sumbar.

Tidak berselang lama, emas kedua datang melalui M. Genta Al Ghifari yang tampil pada kategori Under-80 kilogram putra.

Dua emas tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan TI Bukittinggi tidak hanya bertumpu pada satu nomor pertandingan. Baik nomor poomsae maupun kategori kyorugi mampu memberikan kontribusi penting bagi perolehan medali kontingen.

Namun, perjuangan hari pertama tidak berhenti pada dua emas.

Bayu Rizmansyah sukses mempersembahkan medali perak pada nomor Poomsae Individu Putra.

Sementara itu, dua atlet lainnya turut menyumbangkan medali perunggu. Gilbert Merdiansyah meraih perunggu pada kategori Under-68 kilogram putra, sedangkan Arfan Fadhlur Rahman mempersembahkan perunggu pada kategori Under-48 kilogram putra.

Dengan demikian, pada hari pertama saja TI Kota Bukittinggi telah mengumpulkan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Hari Kedua, Emas Kembali Bertambah

Memasuki hari kedua pertandingan, Minggu, 4 Oktober 2026, semangat para taekwondoin Bukittinggi semakin berkobar.

Kali ini, giliran Zakiya Muthmainah yang mengukir prestasi gemilang. Tampil pada kategori Under-38 kilogram putri, Zakiya berhasil menaklukkan persaingan dan mempersembahkan medali emas bagi Kota Bukittinggi.

Emas Zakiya menjadi keping emas ketiga bagi TI Bukittinggi sekaligus memperkuat posisi cabang olahraga tersebut sebagai salah satu penyumbang medali penting bagi kontingen daerah.

Prestasi Zakiya juga memperlihatkan kekuatan atlet putri Bukittinggi yang mampu bersaing dan berdiri di podium tertinggi pada ajang olahraga tingkat Sumatera Barat.

Tidak hanya emas, pada hari kedua Faez Al-Mahabbi juga berhasil menyumbangkan medali perak pada kategori Under-63 kilogram putra.

Tambahan tersebut membuat koleksi medali TI Kota Bukittinggi hingga hari kedua pertandingan mencapai tiga medali emas, dua perak dan dua perunggu.

Tujuh Medali, Bukti Kerja Keras Bukan Kebetulan

Perolehan 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu dalam dua hari bukanlah sebuah pencapaian yang datang secara tiba-tiba.

Setiap keping medali merupakan hasil dari proses panjang. Ada latihan fisik yang menguras tenaga, pengulangan teknik berkali-kali, evaluasi tanpa henti, menjaga kondisi tubuh dan yang paling penting adalah membangun mental agar mampu tetap tenang ketika berhadapan dengan lawan di arena pertandingan.

Taekwondo bukan olahraga yang hanya mengandalkan kekuatan. Kecepatan membaca situasi, ketepatan mengambil keputusan, keberanian, konsentrasi serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian penting dalam menentukan kemenangan.

Para atlet TI Bukittinggi telah menunjukkan hal tersebut di arena Porprov XVI Sumbar.

Mereka tidak datang hanya untuk meramaikan pertandingan. Mereka datang untuk bertarung, mengejar podium dan membawa pulang medali untuk Bukittinggi.

Koleksi medali tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan taekwondo di Kota Bukittinggi memiliki fondasi yang kuat. Prestasi atlet putra dan putri sama-sama memberikan kontribusi sehingga kekuatan tim semakin terlihat merata.

Belum Saatnya Puas

Meski telah mengantongi tujuh medali, perjuangan TI Kota Bukittinggi belum berakhir.

Justru capaian tersebut harus menjadi bahan bakar untuk semakin meningkatkan performa. Para atlet yang telah meraih emas tidak boleh cepat puas, sementara mereka yang meraih perak dan perunggu harus menjadikannya sebagai motivasi untuk kembali berlatih lebih keras.

Perak bukan kegagalan. Perunggu bukan akhir. Bahkan emas sekalipun bukan alasan untuk berhenti.

Setiap hasil pertandingan harus menjadi evaluasi untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Semangat tersebut penting karena Porprov XVI Sumbar masih berlangsung. Peluang untuk menambah koleksi medali masih terbuka dan perjuangan kontingen Bukittinggi harus terus dikawal hingga pertandingan terakhir.

Masyarakat Kota Bukittinggi tentu berharap torehan positif TI tersebut dapat terus berlanjut. Dukungan, doa dan apresiasi masyarakat menjadi energi tambahan bagi para atlet yang sedang berjuang jauh dari suasana latihan sehari-hari.

TI Bukittinggi: Tiga Emas, Dua Perak, Dua Perunggu

Hingga akhir pertandingan hari kedua, berikut perolehan medali Cabor Taekwondo Indonesia Kota Bukittinggi pada Porprov XVI Sumbar Tahun 2026:

EMAS — 3

  1. Mila Dalyati — Poomsae Freestyle Putri

  2. M. Genta Al Ghifari — Under-80 kg Putra

  3. Zakiya Muthmainah — Under-38 kg Putri

PERAK — 2

  1. Bayu Rizmansyah — Poomsae Individu Putra

  2. Faez Al-Mahabbi — Under-63 kg Putra

PERUNGGU — 2

  1. Gilbert Merdiansyah — Under-68 kg Putra

  2. Arfan Fadhlur Rahman — Under-48 kg Putra

TOTAL: 3 EMAS, 2 PERAK, 2 PERUNGGU — 7 MEDALI.

Torehan tersebut menjadi catatan penting perjalanan TI Kota Bukittinggi di Porprov XVI Sumbar 2026.

Namun, satu hal yang harus terus dijaga adalah semangat untuk tidak berhenti mengejar prestasi.

Karena pertandingan belum selesai.

Masih ada arena yang harus ditaklukkan. Masih ada lawan yang harus dihadapi. Masih ada peluang medali yang menanti.

Tiga emas sudah berada di tangan. Dua perak dan dua perunggu menjadi bukti perjuangan. Kini waktunya TI Bukittinggi kembali menajamkan tekad: bertanding lebih berani, tampil lebih percaya diri dan terus memburu emas berikutnya.

Bukittinggi tidak datang untuk menyerah. Bukittinggi datang untuk berprestasi!

Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa dengan kerja keras, disiplin dan mental juara, taekwondoin Bukittinggi mampu berdiri sejajar bahkan bersaing di barisan terdepan.

Terus berjuang para taekwondoin Bukittinggi. Satu medali telah diraih, tujuh telah terkumpul, tetapi perjuangan menuju prestasi terbaik masih panjang. Jangan kendurkan tendangan, jangan turunkan semangat, dan jangan berhenti mengejar kemenangan!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....