Sang Ketua BK di Usia 70: Menjaga Kehormatan Lembaga Seperti Pendekar Menjaga Dojo

  • 07 Sep 2026 11:56 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Jika umur dihitung dengan angka, hari ini 7 September 2026, H. Leonardy Harmainy, S.IP., M.H., Dt. Bandaro Basa, genap 70 tahun. Tapi di Sumatera Barat, angka 70 itu tidak pernah sesederhana kalender.

Ia adalah hitungan tentang berapa lama seseorang memilih untuk tetap ada.

Lahir di Bukittinggi, 7 September 1956, sebagai anak nagari Koto Gadang, IV Koto, Agam, Leonardy tidak tumbuh di ruang kosong. Gelar adatnya, Dt. Bandaro Basa, bukan hiasan. Ia adalah titah ninik mamak yang membuatnya paham: di Minangkabau, pemimpin itu bukan yang paling tinggi suaranya, tapi yang paling paham duduak dan tagak.

Itu yang menjelaskan kenapa jejaknya selalu panjang di banyak ruang.

Orang mengenalnya sebagai Ketua DPRD Sumbar 2004-2009, Wakil Ketua DPRD Sumbar 2009-2014, Ketua Golkar Sumbar dua periode 2001-2009, hingga Senator DPD RI dua periode 2017-2019 dan 2019-2024 yang dipercaya menjadi Ketua Badan Kehormatan DPD RI secara aklamasi. Ketua BK itu bukan jabatan main-main — itu penjaga marwah lembaga.

Tapi kalau hanya itu, kita kehilangan ceritanya.

Leonardy adalah juga Ketua Umum PB Lemkari, rumah besar Karate-Do Indonesia. Di matras itulah ia membina atlet dan berperan serta melahirkan medali emas PON pertama di cabang karate bagi Ranah Minang, bukan membina suara.

Di organisasi Tarbiyah-Perti, di Kadin, di dunia usaha, Gapensi, polanya sama: ia tidak datang untuk singgah, ia datang untuk mengurus.

Itulah yang dikatakan banyak orang di Sumbar tentangnya: "Leonardy itu sosok yang mengerti adat, karena seorang ninik mamak, masyarakat Sumbar layak memberikan ruang bagi Leonardy untuk tetap berkiprah di kancah nasional".

70 tahun adalah usia untuk menengok ke belakang, tapi bagi Leonardy, ini bukan tentang berhenti.

Pertanyaan yang lebih keren hari ini bukan "jabatan apa lagi?", melainkan:

Setelah palu sidang DPRD diletakkan, apakah sistemnya lebih baik?

Setelah seragam Lemkari dilepas, apakah ada karateka Sumbar yang naik podium karena pembinaannya?

Setelah kursi DPD ditinggalkan, apakah ada regulasi dana desa yang ia kawal yang benar-benar sampai ke nagari?

Di titik itulah pengabdian diuji. Jabatan punya masa bakti, pengabdian tidak.

Selamat ulang tahun ke-70, Abangnda Leonardy.

Tujuh puluh tahun bukan garis finish. Di adat kita, 70 itu usia matang untuk menjadi suluh — pai tampek batanyo, pulang tampek babarito.

Semoga panjang umur, sehat, dan tetap menjadi jembatan antara adat, olahraga, dan politik kebangsaan untuk generasi muda Sumbar.

Karena pada akhirnya, umur hanya menghitung berapa lama kita hidup. Pengabdianlah yang membuat kita diingat. (Agusmardi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....