Bangkit dari Kekalahan, Rafqi Persembahkan Emas untuk Kebanggaan Keluarga

  • 26 Jul 2026 08:45 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Kubang Putiah - Kegigihan, semangat pantang menyerah, dan kerja keras mengantarkan Rafqi Kurnia Farrass, siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Bukittinggi, meraih Medali Emas pada Kelas Festival Komite Pemula Berat 40 Kg dalam Kejuaraan Karate Jam Gadang INKANAS Bukittinggi yang digelar untuk memeriahkan 100 Tahun Jam Gadang, Minggu (26/7/2026).

Putra pasangan Dempy Kurniawan dan Ani itu sukses mengharumkan nama keluarga sekaligus dojo tempatnya berlatih setelah tampil impresif di GOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Gurun Aur Kubang Putih, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.

Keberhasilan Rafqi terasa semakin istimewa karena diraih hanya sehari setelah ia mengalami kekalahan pada nomor Kumite. Pertandingan tersebut menjadi pengalaman pertamanya tampil di arena kompetisi resmi.

"Rafqi memang baru pertama kali mengikuti pertandingan Kumite sehingga masih perlu beradaptasi. Kekalahan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga," ujar ayahnya, Dempy Kurniawan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, Rafqi justru menjadikan kekalahan itu sebagai motivasi untuk bangkit. Bersama pelatih, ia langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penampilannya.

Rafqi merupakan atlet binaan Dojo SD Jamiatul Hujjaj, tempat ia pernah menempuh pendidikan dasar. Setiap Sabtu sore ia berlatih di bawah bimbingan Senpai Denil Andri Yanto, A.Md., didampingi Asisten Pelatih Rahayu, dengan pembinaan Penasehat Sensei R. Bambang Sudewo. Sementara setiap Minggu pagi, latihan dilanjutkan di Dojo Benteng Fort De Kock bersama Senpai Dedi.

Menurut Dempy, usai mengalami kekalahan, pelatih segera memberikan evaluasi teknis. Senpai Denil meminta Rafqi memperbaiki posisi kaki kiri sebagai tumpuan depan agar pertahanan lebih kuat sekaligus membuat tendangan kirinya lebih efektif saat menyerang.

"Hanya dalam waktu sehari, berkat arahan pelatih, dukungan keluarga, serta semangat untuk bangkit, Rafqi mampu memperbaiki penampilannya hingga akhirnya meraih medali emas," ungkap Dempy.

Bagi Senpai Denil Andri Yanto, kemenangan hanyalah bagian dari proses panjang seorang atlet. Ia mengingatkan anak didiknya agar tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih.

"Teruslah berlatih, termasuk latihan sederhana di rumah untuk meningkatkan kecepatan tangan. Menang adalah hasil, tetapi rendah hati adalah karakter yang harus dimiliki setiap atlet," pesannya.

Sementara itu, Dempy juga berpesan kepada putranya agar tetap menyeimbangkan prestasi olahraga dengan pendidikan.

"Tetap semangat, jangan sombong, jangan lupakan pendidikan, kurangi bermain handphone, terus berlatih, jangan cepat puas dengan prestasi hari ini karena perjalanan masih panjang. Jadilah atlet yang berprestasi sekaligus pribadi yang rendah hati," tuturnya.

Prestasi Rafqi Kurnia Farrass menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Dengan disiplin, kerja keras, bimbingan pelatih, doa, dan dukungan keluarga, kekalahan dapat diubah menjadi kemenangan yang membanggakan.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut gagal. Sebab, setiap kekalahan menyimpan pelajaran berharga yang dapat menjadi pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....