Minyak Atsiri Serai Wangi Bunda Pat dari Payakumbuh
- 11 Jul 2024 23:16 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Payakumbuh: Setiap tanggal 11 Juli diperingati sebagai Hari Minyak Atsiri Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk membantu para penggemar minyak di seluruh dunia berbagi kekuatan minyak esensial. Pada ribuan tahun yang lalu tanaman aromatik sudah ditemukan dan digunakan untuk keperluan kosmetik, spiritual, dan emosional. Akan tetapi, minyak esensial baru tersedia setelah ditemukan proses penyulingan ekstraksi sekitar 3000 sebelum masehi.
Minyak esensial merupakan ekstrak tanaman yang terkonsentrasi yang dihasilkan dari penyulingan uap dari bahan tanaman, dan menjadi saripati dari komponen tanaman.
Minyak Serai Wangi saat ini menjadi salah satu minyak atsiri yang dihasilkan dari proses penyulingan daun serai wangi memisahkan kadar air dengan minyaknya.
Ermita Fatma (62) , salah seorang warga Kota Payakumbuh berhasil memanfaatkan potensi alam dengan keberadaan tanaman serai wangi yang dibudidayakan secara pribadi dan masyarakat di daerahnya, selanjutnya diolah menjadi minyak atsiri.
Dirinya saat ini masih menggunakan peralatan penyulingan sederhana, sejenis ketel berkapasitas 60 kg yang dirancang sendiri oleh tukang las. Ermita Fatma yang akrab disapa Bunda Pat ini memakai kayu untuk pembakaran dan proses penyulingan daun serai wangi yang diekstrak menjadi minyak, ketimbang menggunakan gas elpiji, dirinya akui minyak atsiri yang dihasilkan lebih berkualitas dengan pembakaran menggunakan kayu.
“bunda menggunakan sistem kukus untuk penyulingan daun serai wangi. Jadi, air di bawah dan di atasnya daun serai wangi yang dikukus, bunda menggunakan katel yang dapat menampung 60 kg daun serai wangi. Jadi, ketel itu dipanaskan dan disalurkan melalui pendingin yang nanti juga ditampung. Nah, setelah ditampung hasilnya masih bercampur antara air dan minyak. Untuk memisahkannya kita menggunakan penampung jenis leher bebek atau angsa, jadi air akan keluar di bagian bawah setiap ada tekanan uap yang masuk, sehingga tertinggal minyak dan sedikit air. Ini kita endapkan, semakin lama diendapkan maka semakin bagus, air semakin mengendap ke bawah, dan minyak berada di bagian atas, nah minyak itu yang dinamakan minyak esensial atau minyak atsiri serai wangi,”katanya

Kepada RRI, Kamis (11/7/2024) Ermita Fatma atau Bunda Pat mengatakan pihaknya ingin adanya bantuan peralatan untuk penyulingan dengan sistem kekinian agar terwujud efisiensi dan efektivitas proses produksi minyak atsiri serai wangi. Pemerintah maupun pihak manapun dapat mendukung geliat UMKM seperti usaha yang ditekuninya selama ini.
“bunda berharap pemerintah atau siapa pun memberinya, peralatan yang modern untuk penyulingan memang bunda butuhkan, kalau sekarang dengan peralatan yang sederhana minyak yang dihasilkan jumlahnya tentu tidak banyak. Belum lagi, jika ada peralatan yang mengalami kebocoran tentu tekanan uap mempengaruhi minyak yang dihasilkan. Semoga ini bisa didengar dan dijawab oleh pemerintah dan donatur lainnya,”jelasnya
Ia menilai budidaya serai wangi ini mampu menjadi peluang menjanjikan untuk dilakukan dan dikembangkan oleh masyarakat serta pelaku usaha lainnya.
Minyak atsiri serai wangi ini digunakan untuk penyembuhan luka bagian luar, mengobati gigitan serangga atau bisa hewan, mencegah gigitan nyamuk, dan sebagai bahan kosmetik lainnya.
“manfaat minyak atsiri serai wangi ini sudah bunda buktikan, ketika ada luka, pendarahannya cepat berhenti setelah diberi minyak serai wangi, begitu juga kalau ada yang digigit serangga dengan diolesi minyak serai wangi maka tidak terjadi pembengkakan, kalau untuk partai besar minyak atsiri serai wangi ini dijadikan bahan sabun dan kosmetik lainnya,”terangnya
Ermita Fatma atau Bunda Pat menyeimbangkan biaya produksi dengan keuntungan dari usaha UMKM yang dirinya tekuni ini. Minyak atsiri serai wangi dirinya kemas dengan botol berukuran 10 ml, inovasi itu dinilai mampu meningkatkan pundi rupiah, daripada keseluruhan minyak yang dihasilkan dan dijual ke pengepul, dimana untuk 1 liter minyak atsiri yang dihasilkan dijual Rp 300.000.

Diketahui, selama bertahun-tahun ini minyak atsiri atau minyak esensial telah mendapatkan pengakuan dunia dikarenakan digunakan oleh masyarakat di penjuru negara dan manfaatnya yang diakui mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....