Fauzyah Nurul Islami Harumkan UIN Bukittinggi di PKM Sumatera
- 04 Okt 2026 11:49 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera Tahun 2026.
Kali ini, prestasi tersebut datang dari cabang Pop Solo melalui penampilan Fauzyah Nurul Islami, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.


Fauzyah berhasil meraih peringkat kedua cabang Pop Solo, setelah tampil memukau di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai PTKIN se-Sumatera.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UIN Bukittinggi. Melalui suara, penghayatan, serta kreativitas di atas panggung, Fauzyah mampu menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Bukittinggi tidak hanya memiliki kemampuan di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang seni dan kreativitas pada tingkat regional Sumatera.
Dalam kompetisi tersebut, Fauzyah membawakan dua lagu yang menjadi bagian dari penampilannya. Untuk lagu pilihan, ia menyajikan “Maha Melihat”, sementara pada lagu wajib ia membawakan “Sujud di Hadap-Mu”.
Kedua lagu tersebut menjadi ruang bagi Fauzyah untuk mengeksplorasi kemampuan vokalnya sekaligus memperlihatkan karakter dirinya sebagai seorang penyanyi.
Di hadapan dewan juri, Fauzyah tampil dengan penguasaan panggung yang percaya diri. Dinamika vokal yang kuat dipadukan dengan perubahan karakter suara, penghayatan terhadap lirik, serta ekspresi yang mendukung pesan lagu.
Penampilan itu membuat sajian Fauzyah tidak hanya mengandalkan kualitas suara, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dengan penonton melalui musik.
Setiap bagian lagu berusaha disampaikan dengan penuh penghayatan. Kekuatan vokal dipadukan dengan ekspresi dan penguasaan panggung sehingga menciptakan penampilan yang elegan dan memiliki karakter.
Bagi Fauzyah, kesempatan tampil dalam PKM IV PTKIN se-Sumatera bukan sekadar ajang untuk mengejar prestasi. Kompetisi tersebut menjadi ruang untuk menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam menghadapi persaingan di tingkat perguruan tinggi keagamaan Islam negeri se-Sumatera.
Persaingan yang diikuti mahasiswa berbakat dari berbagai PTKIN membuat setiap peserta dituntut mampu memberikan penampilan terbaik. Dalam kondisi tersebut, Fauzyah mampu menjaga konsistensi vokalnya hingga akhirnya berhasil membawa pulang predikat juara II.
Buah Latihan dan Pembinaan
Di balik penampilan Fauzyah di atas panggung, terdapat proses latihan dan pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
Cabang Pop Solo UIN Bukittinggi berada di bawah binaan Muhammad Taufik, M.A. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknik vokal, tetapi juga bagaimana seorang peserta mampu menyusun dan menghadirkan penampilan secara utuh.
Aspek teknik vokal, penghayatan lagu, ekspresi, penguasaan panggung hingga pembentukan karakter menjadi bagian yang diperhatikan selama proses persiapan.
Latihan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu modal penting ketika Fauzyah harus tampil dalam kompetisi dengan tingkat persaingan yang cukup ketat.
Pembinaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa tidak lahir secara instan. Di balik sebuah penampilan beberapa menit di atas panggung, terdapat proses panjang berupa latihan, evaluasi, kedisiplinan, serta keberanian untuk terus memperbaiki kekurangan.
Bagi Fauzyah, pencapaian sebagai juara II menjadi pengalaman penting untuk terus berkembang. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesempatan untuk mengembangkan bakat dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengukir prestasi di luar bidang akademik.
Talenta Mahasiswa Jadi Kekuatan Kampus
Prestasi Fauzyah juga memperkuat catatan keberhasilan kontingen UIN Bukittinggi dalam mengikuti PKM IV PTKIN se-Sumatera Tahun 2026.
Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan berbagai potensi, kreativitas, dan kemampuan yang mereka miliki. Tidak hanya kemampuan akademik, mahasiswa juga diberikan ruang untuk berkompetisi melalui bidang seni, olahraga, kreativitas, maupun keterampilan lainnya.
Keberhasilan Fauzyah menjadi salah satu gambaran bahwa talenta mahasiswa UIN Bukittinggi memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan diarahkan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Cabang Pop Solo secara khusus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memadukan kemampuan vokal dengan kreativitas seni. Karena itu, seorang peserta tidak cukup hanya memiliki suara yang baik, tetapi juga dituntut mampu menyampaikan pesan lagu dan membangun karakter penampilan.
Hal tersebut berhasil ditunjukkan Fauzyah melalui dua lagu yang dibawakannya.
“Maha Melihat” dan “Sujud di Hadap-Mu” tidak sekadar menjadi materi perlombaan, tetapi juga menjadi sarana bagi Fauzyah untuk menyampaikan pesan spiritual melalui kekuatan suara dan penghayatan.
Penampilannya menjadi representasi bagaimana seni dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai, pesan, dan emosi kepada masyarakat.
Juara II Bukan Akhir Perjalanan
Capaian sebagai peringkat kedua menjadi sebuah kebanggaan, namun bagi Fauzyah prestasi tersebut bukanlah titik akhir.
Hasil yang diraih justru menjadi motivasi untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas penampilan pada kompetisi berikutnya.
Masih terdapat berbagai aspek yang dapat dikembangkan, mulai dari teknik vokal, kontrol suara, interpretasi lagu, penghayatan, ekspresi, hingga kemampuan menguasai panggung.
Pengalaman tampil di hadapan dewan juri dan berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
Fauzyah bersama pembina berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang konsisten. Setiap pengalaman dalam kompetisi akan dijadikan bahan evaluasi untuk melahirkan penampilan yang lebih matang.
Prestasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UIN Bukittinggi lainnya agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sebab, setiap mahasiswa memiliki talenta dan keunggulan masing-masing. Ketika mendapatkan pembinaan, dukungan, serta kesempatan yang tepat, potensi tersebut dapat berkembang menjadi prestasi yang membawa nama baik almamater.
Harumkan Almamater Lewat Seni
Peringkat kedua yang diraih Fauzyah Nurul Islami dalam cabang Pop Solo PKM IV PTKIN se-Sumatera Tahun 2026 sekaligus menambah warna dalam perjalanan prestasi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Bukittinggi mampu tampil dan bersaing di tengah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Sumatera.
Lebih dari sekadar sebuah medali atau peringkat, pencapaian Fauzyah membawa pesan bahwa kreativitas, kerja keras, keberanian, dan konsistensi dapat menjadi jalan bagi mahasiswa untuk mengharumkan nama almamater.
Dari atas panggung PKM IV PTKIN se-Sumatera, Fauzyah telah memberikan kontribusi nyata melalui talenta yang dimilikinya.
Suara yang dilantunkan, pesan lagu yang disampaikan, serta keberanian tampil di hadapan juri menjadi bagian dari perjuangan membawa nama UIN Bukittinggi semakin dikenal melalui prestasi mahasiswa.
Capaian tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi kontingen UIN Bukittinggi untuk terus berjuang memberikan prestasi terbaik dalam berbagai cabang yang diikuti.
Sementara bagi Fauzyah, gelar juara II menjadi satu langkah penting dalam perjalanan panjangnya mengembangkan potensi di bidang seni vokal.
Dengan semangat latihan dan pembinaan yang berkelanjutan, prestasi tersebut diharapkan bukan menjadi akhir, melainkan awal untuk melahirkan pencapaian-pencapaian berikutnya.
UIN Bukittinggi berprestasi, mahasiswa berkarya, dan talenta muda terus tumbuh untuk mengharumkan nama almamater di tingkat Sumatera maupun nasional
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....