Senior Eksekutif UNP Prof. Ganefri Terpilih Sebagai Waketum PBNU
- 01 Okt 2026 06:28 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kabar membanggakan datang dari Sumatera Barat. Prof. Ir. H. Ganefri, Ph.D., yang saat ini dipercaya sebagai Senior Eksekutif Universitas Negeri Padang (UNP), terpilih sebagai salah seorang Wakil Ketua Umum (Waketum) Tanfiziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Kepercayaan tersebut menempatkan putra Luhak Lima Puluh Kota itu dalam jajaran pimpinan tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama untuk lima tahun ke depan.

Pengumuman susunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 disampaikan jajaran pengurus inti melalui siaran langsung YouTube TVNU, Rabu malam, 30 September 2026.
Dalam pengumuman tersebut, Prof. Ir. Mohammad Nuh bersama KH. Miftachul Akhyar selaku Rais 'Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin menyampaikan susunan kepengurusan PBNU hasil Muktamar NU yang digelar pada Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.
Hasil Muktamar tersebut menetapkan KH. Abdul Hakim Mahfudz, atau Gus Kikin, sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031. Sementara KH. Miftachul Akhyar dipercaya kembali menduduki posisi Rais 'Aam PBNU untuk periode yang sama.
Terpilihnya Prof. Ganefri sebagai salah seorang Waketum Tanfiziyah PBNU menjadi kabar istimewa bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama dan para nahdliyin.
Sebelum dipercaya masuk dalam jajaran pimpinan pusat PBNU, Prof. Ganefri telah memiliki peran penting di lingkungan NU Sumatera Barat. Saat ini ia dipercaya sebagai Ketua Tanfiziyah PWNU Sumatera Barat.
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi pengakuan terhadap kiprah Prof. Ganefri dalam mengembangkan organisasi NU, baik di tingkat daerah maupun dalam forum nasional.
Nama Prof. Ganefri juga tidak asing di lingkungan pendidikan tinggi nasional. Ia pernah memimpin Universitas Negeri Padang selama dua periode sebagai Rektor UNP.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman kepemimpinan tersebut, Prof. Ganefri dinilai memiliki pengalaman organisasi dan manajerial yang menjadi modal dalam menjalankan amanah barunya di tingkat PBNU.
Dipercaya Pimpin Sidang Pemilihan Ketum PBNU
Peran Prof. Ganefri dalam Muktamar NU 2026 juga cukup menonjol.
Dalam forum Muktamar yang berlangsung di Jombang, Prof. Ganefri dipercaya memimpin sidang pemilihan Ketua Umum PBNU dengan mewakili wilayah Barat.
Kepercayaan tersebut menunjukkan posisi strategis yang diberikan kepada Prof. Ganefri dalam salah satu forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama.
Tidak berhenti sampai di sana, setelah proses pemilihan Ketua Umum PBNU, Prof. Ganefri juga dipercaya menjadi salah seorang anggota tim formatur yang memiliki tugas menyusun kepengurusan PBNU periode 2026–2031.
Kini, setelah susunan kepengurusan PBNU diumumkan, Prof. Ganefri secara resmi masuk dalam jajaran Wakil Ketua Umum Tanfiziyah PBNU.
Bagi warga Sumatera Barat, posisi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena semakin memperkuat keterwakilan tokoh asal Ranah Minang dalam kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Rektor UNP: Sebuah Amanah dan Kebanggaan
Rektor Universitas Negeri Padang, Ir. Krismadinata, Ph.D., menyambut baik terpilihnya Prof. Ganefri sebagai Waketum PBNU periode 2026–2031.
Melalui Humas UNP, Rektor menyampaikan bahwa amanah baru yang diterima Prof. Ganefri merupakan sebuah kebanggaan, tidak hanya bagi UNP tetapi juga bagi para nahdliyin di Sumatera Barat.
"Alhamdulillah sebuah amanah lagi diterima oleh Prof. Ganefri, hal ini sekaligus membanggakan bagi UNP dan tentunya para Nahdliyin di daerah kita," ujar Krismadinata melalui pesan singkatnya.
Ia berharap kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Ganefri dapat dijalankan dengan baik dan memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi Nahdlatul Ulama.
"Semoga dengan kepercayaan ini beliau sehat dan sukses mendampingi Ketum PBNU dalam menjalankan roda organisasi NU, aamiin ya rabbal 'alamin," katanya.
Bersama Sejumlah Tokoh Nasional
Dalam struktur kepengurusan PBNU periode 2026–2031, Prof. Ganefri tidak sendiri. Sejumlah tokoh nasional juga dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Umum Tanfiziyah.
Di antaranya Menteri Sosial Republik Indonesia Drs. H. Saifullah Yusuf atau yang dikenal dengan sapaan Gus Ipul.
Selain itu terdapat Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron, Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy, KH. Abdul Ghoffar Rozin, H. Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang, serta H. Juri Ardiantoro.
Keberadaan sejumlah tokoh dengan latar belakang pemerintahan, akademisi, ulama, organisasi dan profesional tersebut menjadi bagian dari susunan kepengurusan PBNU yang akan menjalankan roda organisasi untuk periode lima tahun mendatang.
Dari Sumbar untuk NU Nasional
Bagi PWNU Sumatera Barat, terpilihnya Prof. Ganefri menjadi Waketum PBNU merupakan bagian penting dari perjalanan organisasi NU di Ranah Minang.
Posisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kader dan tokoh NU dari Sumatera Barat mendapat kepercayaan untuk mengambil bagian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan organisasi di tingkat nasional.
Pengalaman Prof. Ganefri sebagai akademisi, mantan Rektor UNP selama dua periode, Ketua Tanfiziyah PWNU Sumatera Barat, pimpinan sidang pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar 2026, serta anggota tim formatur kepengurusan PBNU menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke posisi Waketum Tanfiziyah.
Amanah tersebut kini menanti untuk dijalankan bersama Ketua Umum PBNU Gus Kikin dan Rais 'Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya keluarga besar UNP dan nahdliyin, masuknya Prof. Ganefri dalam jajaran pimpinan PBNU periode 2026–2031 diharapkan semakin memperkuat kontribusi Ranah Minang dalam dinamika organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.
Kepercayaan tersebut juga menjadi catatan penting perjalanan Prof. Ganefri, dari dunia akademik dan kepemimpinan perguruan tinggi hingga dipercaya mengambil bagian dalam kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....