Partisipasi Sumbar Menurun, Betty Epsilon Ingatkan Kekuatan Hak Pilih 2029

  • 14 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, DR. Betty Epsilon Idroos, mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh hak pilih. Menurutnya, hak memilih merupakan salah satu kekuatan utama masyarakat dalam menentukan pemimpin sekaligus arah bangsa ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Betty saat menghadiri Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin (14/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KPU Sumatera Barat Surya Efitrimen dan Ketua KPU Kota Bukittinggi Satria Putra, serta diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai lintas profesi.

Dalam kesempatan itu, Betty mengingatkan masyarakat agar sejak dini memastikan dirinya terdata sebagai pemilih.

“Pastikan kita terdaftar sebagai pemilih. Cek dan pastikan hak pilih kita untuk pemilu mendatang,” pesan Betty.

Ia menegaskan, menggunakan hak pilih bukan sekadar datang ke tempat pemungutan suara, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab warga negara dalam menentukan pemimpin yang dianggap mampu membawa bangsa ke arah yang lebih baik.

“Hak pilih merupakan kekuatan kita untuk memilih pemimpin yang tepat bagi bangsa ini,” tegasnya.

Demokrasi Sehat Tidak Berarti Harus Seragam

Betty yang diketahui berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, juga menyinggung pentingnya menjaga kualitas demokrasi di tengah perbedaan pilihan politik.

Menurutnya, perbedaan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk saling merusak, memecah persaudaraan maupun menghilangkan rasa saling menghormati.

“Demokrasi yang sehat tidak merusak, walaupun terdapat perbedaan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses demokrasi yang dewasa, bukan sebagai sumber konflik di tengah masyarakat.

Partisipasi Pemilih Masih Menjadi Tantangan

Betty juga mengingatkan bahwa setiap keputusan politik melalui pemilu pada akhirnya memiliki dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

Karena itu, tingkat partisipasi pemilih menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kualitas demokrasi. Berdasarkan data partisipasi pemilih yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tingkat partisipasi pada Pemilu 2024 tercatat 81,48 persen untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, 81,14 persen untuk DPR RI, dan 81,5 persen untuk DPD dengan Total oemilih 2026 tercatat 4.262.856

Sementara itu, pada pemilihan kepala daerah, angka partisipasi disebut berada di bawah angka tersebut, dengan Pilgub 71,39 persen dan Pilwako 67,74 persen.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

Dalam pemaparan disebutkan, tingkat partisipasi pemilih di Sumatera Barat secara keseluruhan berada pada angka sekitar 76,4 persen.

Artinya, masih terdapat masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama bagi penyelenggara pemilu dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran politik serta partisipasi dalam pemilu.

Jangan Tunggu Hari Pemungutan Suara

Betty menekankan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sebagai pemilih. Salah satunya dengan memastikan data kependudukan dan status sebagai pemilih sejak jauh hari.

Selain memastikan terdaftar, masyarakat juga diminta aktif mencari informasi dari sumber resmi serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti kebenarannya.

“Punya waktu untuk mengecek hak pilih dan waspada terhadap hoaks,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut.

Menurutnya, demokrasi tidak hanya berlangsung pada hari pemungutan suara. Demokrasi dibangun jauh sebelum masyarakat berada di bilik suara, melalui kesadaran untuk mengetahui hak dan kewajiban, mencari informasi yang benar, serta menentukan pilihan secara rasional.

Partisipasi dan Legitimasi Berjalan Beriringan

Tingkat partisipasi pemilih juga berkaitan erat dengan legitimasi hasil pemilu. Semakin tinggi kesadaran masyarakat menggunakan hak pilihnya, semakin kuat pula keterlibatan rakyat dalam menentukan pemimpin dan arah kebijakan pemerintahan.

Karena itu, pendidikan pemilih berkelanjutan dinilai penting untuk membangun masyarakat yang tidak hanya datang memilih, tetapi juga memahami arti pilihannya.

Pemilih diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga persatuan meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.

Sosialisasi di Istana Bung Hatta tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat bahwa satu suara bukan sekadar angka dalam kotak suara. Satu suara adalah bagian dari keputusan yang dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.

Gunakan hak pilih. Pastikan terdaftar. Cek data pemilih. Lawan hoaks. Dan tetap jaga demokrasi meski berbeda pilihan. (JM/RRI.BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....