Wamen Ekraf RI Terpukau Dentang Jam Gadang, Dorong Ekraf Berbasis Budaya
- 26 Agt 2026 17:26 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Dentang lonceng Jam Gadang tepat pukul 16.00 WIB menjadi momen berkesan bagi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, saat berada di puncak Menara Jam Gadang, Bukittinggi, Rabu (26/8/2026).

Di ketinggian jam gadang setinggi 27 meter yang menjadi penanda atau ikon Kota Bukittinggi, Pembangunannya dimulai pada 27 Mei 1926 dan diresmikan 25 Juli 1927 Irene menyaksikan langsung panorama kota yang spektakuler. Dari puncak menara, Bukittinggi terlihat berada di antara kemegahan Gunung Singgalang dan Gunung Marapi, berpadu dengan hawa sejuk serta keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.


Namun, bukan hanya panorama alam yang membuat Irene terpukau. Ia juga mengagumi Jam Gadang sebagai warisan sejarah yang tetap berdiri kokoh dan menjadi saksi perjalanan panjang Bukittinggi.
Di usianya yang telah mencapai satu abad, mesin Jam Gadang disebut masih mempertahankan mesin orisinal buatan Jerman, yang didatangkan pada masa pemerintahan Ratu Wilhelmina. Dentang lonceng yang terdengar saat kunjungannya semakin menghadirkan nuansa sejarah yang kuat.

Bagi Irene, Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah yang layak dikenang. Lebih dari itu, Jam Gadang menjadi gambaran bagaimana sebuah karya dan inovasi dapat bertahan melewati zaman.
“Orang datang ke Bukittinggi jangan hanya untuk mengenang piece of history. Jamnya boleh didatangkan dari Jerman, tetapi yang harus kita kenang adalah inovasinya. Bagaimana kita bisa menghadirkan kembali inovasi itu,” ungkap Irene.

Pesan tersebut kemudian diarahkan Irene kepada para pelaku ekonomi kreatif di Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi. Ia mendorong agar kekuatan ekonomi kreatif dibangun dari identitas budaya, inovasi dan karya tangan masyarakat sendiri.
Menurutnya, unique selling proposition (USP) atau keunikan yang menjadi pembeda suatu produk harus lahir dari kekayaan budaya lokal dan kreativitas masyarakat. Produk handmade atau buatan tangan memiliki nilai tersendiri karena membawa cerita, identitas dan karakter daerah.
Irene menilai Sumatera Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui produk budaya seperti songket dan berbagai kerajinan lokal yang tidak sekadar bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi representasi jati diri daerah.
Karena itu, ia mengingatkan agar upaya efisiensi dalam produksi tidak sampai mengorbankan kreativitas dan kualitas.
“Jangan karena efisiensi, hasil kreativitas malah menurun. Kita harus menjaga kualitas, kreativitas dan identitas budaya yang kita miliki,” pesannya.
Bagi Irene, mempertahankan kreativitas bukan berarti menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, budaya harus terus dihidupkan melalui inovasi agar mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Dari Jam Gadang Menuju Ruang Kreativitas
Kunjungan Irene Umar di Bukittinggi tidak berhenti di puncak Jam Gadang. Pada Kamis (27/8/2026) pagi, Irene dijadwalkan melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan bersama para pelaku ekonomi kreatif di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi di Jl. Belakang Balok dan mengunjungi rumah kelahiran Tokoh Proklamator Bung Hatta.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mendengarkan langsung aspirasi, potensi, tantangan dan gagasan para pelaku kreatif daerah.

Momentum itu diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif, sekaligus membuka peluang agar produk-produk kreatif Bukittinggi dan Sumatera Barat semakin dikenal di tingkat nasional hingga pasar global.
Jam Gadang telah menunjukkan bahwa sebuah inovasi mampu bertahan melintasi satu abad. Kini, Irene mengajak generasi kreatif Sumatera Barat menciptakan karya yang bukan hanya laku dijual hari ini, tetapi juga memiliki cerita, identitas dan nilai yang mampu diwariskan kepada generasi mendatang.
Dari dentang Jam Gadang, pesan Irene begitu jelas: rawat budayanya, hidupkan inovasinya, dan naikkan kelas karya kreatif anak negeri. (JM/RRI BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....