Dua Kali Kunjungi Koto Gadang, Menpar RI Perkuat Promosi Budaya
- 23 Agt 2026 16:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Koto Gadang — Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, kembali mengunjungi Nagari Koto Gadang, Kabupaten Agam, kali ini secara personal bersama kedua putrinya, Katyana Wardhana dan Katrina Wardhana. Kunjungan ini menjadi yang kedua setelah kunjungan resmi pada April 2026.
Camat IV Koto menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri Pariwisata terhadap Koto Gadang.
Menurutnya, meski bersifat personal, kunjungan tersebut tetap memberi dampak positif bagi promosi pariwisata sekaligus perekonomian masyarakat.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih karena Ibu Menteri Pariwisata kembali datang ke Koto Gadang, kali ini bersama kedua putrinya. Kunjungan ini memperlihatkan bahwa Koto Gadang bukan hanya menarik untuk dikunjungi dalam agenda resmi, tetapi juga memiliki daya tarik personal sebagai destinasi budaya dan wisata keluarga,” ujar Camat IV Koto.
Kehadiran kedua putri Menteri Pariwisata turut memberi warna pada kunjungan tersebut. Katrina Wardhana yang menempuh pendidikan arsitektur di Brown University dan melanjutkan program Master of Architecture di Harvard University, dinilai memiliki perhatian yang relevan dengan kekayaan arsitektur tradisional Koto Gadang.
Menurut Camat IV Koto, dampak kunjungan pertama Menteri Pariwisata pada April lalu mulai dirasakan masyarakat. Perhatian terhadap Koto Gadang meningkat, diikuti naiknya permintaan terhadap produk kerajinan lokal, khususnya tenunan dan sulaman.
“Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Pesanan produk tenunan dan sulaman Koto Gadang meningkat. Bahkan, saat ini sejumlah pengrajin sudah melayani pesanan dengan sistem pre-order karena permintaan yang cukup tinggi,” ungkapnya.
Sulaman kapalo samek, selendang, dan berbagai kerajinan tekstil khas Koto Gadang semakin diminati.
Peningkatan permintaan tersebut membuka peluang ekonomi bagi pengrajin, kelompok perempuan, pelaku usaha rumahan, dan UMKM.
Kunjungan wisatawan juga menunjukkan perkembangan positif. Wisatawan lokal semakin sering datang, sementara wisatawan mancanegara mulai menikmati arsitektur rumah gadang, kerajinan, kuliner, serta kehidupan masyarakat Koto Gadang.
“Koto Gadang memiliki kekuatan pada budaya yang hidup. Rumah gadang, kerajinan, tenunan, sulaman, kuliner, dan sejarah masyarakatnya merupakan satu kesatuan pengalaman wisata. Inilah yang perlu terus kita rawat dan kembangkan,” ujar Camat IV Koto.
Namun, ia mengingatkan bahwa promosi harus berjalan seiring dengan regenerasi. Sebagian pengrajin tenunan dan sulaman telah berusia lanjut sehingga keterampilan tersebut perlu diwariskan kepada generasi muda melalui sekolah, sanggar budaya, kelompok pengrajin, dan wisata edukasi.
“Promosi memang penting, tetapi regenerasi adalah kunci. Kita perlu mendorong anak-anak dan remaja untuk belajar menenun, menyulam, memahami arsitektur tradisional, serta mengenal sejarah dan filosofi budaya Koto Gadang,” katanya.
Camat IV Koto juga menilai perhatian Menteri Pariwisata telah memberikan pengaruh positif terhadap citra Koto Gadang sebagai destinasi budaya.
“Tidak berlebihan jika kami menyebut Ibu Menteri sebagai salah satu duta budaya Koto Gadang. Kunjungan pertama membawa perhatian nasional. Kunjungan kedua, bersama kedua putri beliau, semakin memperkuat citra Koto Gadang sebagai destinasi budaya yang layak dikunjungi,” ujarnya.
Menurutnya, penyebutan tersebut bukan dalam pengertian formal, melainkan bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan Menteri Pariwisata terhadap promosi budaya lokal.
Koto Gadang sebelumnya juga meraih penghargaan sebagai salah satu desa wisata budaya terbaik tingkat nasional dalam Wonderful Indonesia Award 2025.
Karena itu, pemerintah kecamatan berharap momentum ini dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, pengrajin, kelompok sadar wisata, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya.
“Kami ingin pariwisata Koto Gadang tumbuh dengan tetap menjaga jati diri. Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat pemandangan, tetapi juga untuk mengenal budaya, membeli produk masyarakat, belajar sejarah, dan membawa pulang pengalaman yang berkesan,” tutur Camat IV Koto.
Atas nama Pemerintah Kecamatan IV Koto dan masyarakat Koto Gadang, ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata yang telah kembali berkunjung bersama kedua putrinya.
“Selamat datang kembali di Koto Gadang, Ibu Menteri. Terima kasih telah ikut memperkenalkan Koto Gadang kepada Indonesia dan dunia.
Mungkin kunjungan ini bersifat personal, tetapi perhatian dan inspirasi yang ditinggalkan akan dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pengrajin dan pelaku UMKM,” katanya.
“Dua kali datang bukan sekadar berkunjung. Dua kali datang adalah dua kali menanam perhatian untuk Koto Gadang,” tutup Camat IV Koto
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....