2,9 Ton Rendang dari Ranah Minang Dikirim untuk Korban Gempa NTT

  • 23 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Dari Ranah Minang, kepedulian kembali terbang menuju Nusa Tenggara Timur. Bukan sekadar bantuan pangan, tetapi pesan kemanusiaan dan rasa duka masyarakat Minangkabau untuk saudara-saudara yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana gempa bumi.

Sebanyak 2,9 ton rendang disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Gebu Minang Peduli bersama Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat dan Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi). Ketiganya mewakili masyarakat Minangkabau dan Sumatera Barat untuk ikut meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Yang membuat bantuan ini terasa istimewa, rendang—makanan khas Minangkabau yang telah dikenal luas sebagai simbol ketahanan pangan dan kekayaan budaya Ranah Minang—kini menjadi jembatan persaudaraan antara Sumatera Barat dan NTT.

Rendang tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Bantuan kemudian akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Di balik 2,9 ton rendang itu, tersimpan ribuan pesan kepedulian. Setiap kemasan seolah membawa doa dari masyarakat Minang agar para korban bencana diberi kekuatan, ketabahan, dan segera dapat bangkit menata kembali kehidupan mereka.

Kepedulian tersebut juga menjadi bukti bahwa jarak dan perbedaan daerah tidak pernah menjadi penghalang untuk berbagi. Ketika bencana datang dan menyisakan kesedihan, rasa kemanusiaan mampu menyatukan siapa saja.

Bagi masyarakat Minangkabau, membantu sesama merupakan bagian dari nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semangat “dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang” tidak hanya menjadi ungkapan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah.

Dari Sumatera Barat, rendang pun terbang menuju NTT. Membawa bukan hanya makanan, tetapi juga kehangatan, persaudaraan, dan doa dari Ranah Minang.

Semoga bantuan tersebut dapat sedikit mengurangi beban para korban dan menjadi penguat langkah mereka untuk bangkit dari puing-puing bencana.

Sebab, dalam setiap butir rendang yang dikirim, ada pesan sederhana namun dalam: Minang turut merasakan duka, Minang hadir untuk sesama, dan Minang tidak membiarkan saudara sebangsa berjalan sendirian menghadapi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....